Kesehatan

10 Akibat Jarang Berhubungan Intim Bagi Kesehatan Tubuh

ilustrasi/istimewa

Gempita.co – Melakukan hubungan intim atau bercinta secara teratur dapat memberikan banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh.

Pada beberapa pasangan, hubungan intim tidak bisa rutin dilakukan karena satu dan lain hal.

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh saat lama tidak berhubungan intim? Berikut 10 hal yang terjadi pada tubuh saat jarang tidak berhubungan intim.

1. Berisiko mengidap kanker prostat

Seorang pria yang jarang melakukan hubungan intim akan lebih berisiko mengidap kanker prostat. Sedangkan pria yang rutin melakukan hubungan intim dan berejakulasi akan menurunkan risiko kanker prostat sebanyak 20 persen.

Hal tersebut terjadi karena saat berejakulasi tubuh mengeluarkan zat-zat sisa yang tidak diperlukan lewat cairan sperma. Berejakulasi juga dapat membersihkan area reproduksi pria.

2. Berisiko mengidap penyakit jantung

Jarang melakukan hubungan intim dapat mengakibatkan tersumbatnya pembuluh nadi. Dengan rutin melakukan hubungan intim, dapat menghilangkan zat kimia berbahaya yang menjadi pemicu masalah pada jantung.

Seseorang yang melakukan hubungan intim secara teratur akan memiliki sirkulasi darah yang lebih baik, serta pembuluh darah yang sehat.

3. Pertumbuhan otak lambat

Memiliki lebih banyak seks sebenarnya dapat membuat Anda lebih pintar saat bertambah usia.

Dua studi yang dilakukan oleh Oxford dan Coventry Universuty, menemukan bahwa orang yang melakukan seks lebih sering mendapat skor lebih tinggi pada tes.

Studi lain, yang dilakukan pada tikus, menemukan bahwa seks teratur menghasilkan sel-sel otak baru setelah hubungan intim.

4. Meningkatnya kadar stres dalam tubuh

Sudah diketahui sebelumnya bahwa aktivitas seksual dapat menurunkan kadar stres dalam tubuh. Aktivitas seksual dapat melepaskan hormon endorfin, serta hormon lain yang mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Zat kimia ini dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks, sehingga tidak heran jika setelah melakukan hubungan intim, seseorang merasa lebih bahagia.

5. Lebih sulit untuk ereksi

Sama seperti perempuan, kehidupan seks lelaki juga akan rusak jika mereka jarang melakukan seks. Sebuah penelitian di Amerika pada tahun 2008 menunjukkan bahwa lelaki yang jarang melakukan seks akan mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang melakukan seks lebih teratur.

6. Sulit terstimulasi

Tubuh perempuan akan bereaksi negatif terhadap seks, jika mereka jarang mendapatkan aktivitas ini. Selain hilangnya pelumasan alami, tidak melakukan seks untuk jangka waktu yang lama bisa menyebabkan Anda sulit merasa terangsang atau mencapai orgasme.

7. Sistem kekebalan tubuh menurun

Sistem kekebalan tubuh manusia bisa mendapat mendapat dorongan besar dari seks.

Ini karena Immunoglobulin A diproduksi selama hubungan intim yang merupakan antibodi untuk melawan penyakit.

8. Mengalami vaginismus

Vaginismus merupakan gangguan yang terjadi saat otot di sekitar Miss V mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Vaginismus merupakan salah satu disfungsi seksual yang terjadi pada Miss V.

Kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit saat berhubungan intim yang dapat diatasi dengan pemanasan yang baik sebelum berhubungan.

Gejala vaginismus sendiri bervariasi sesuai dengan tingkat keparahannya. Gejala umum kondisi ini ditandai dengan penetrasi yang terasa sakit, tidak dapat melakukan penetrasi, sakit saat berhubungan intim, serta kejang otot saat mencoba penetrasi.

9. Lebih sedikit pelumasan

Vagina bisa gagal melumasi jika Anda jarang melakukan seks. Diyakini penyebabnya adalah karena kurangnya produksi hormon estrogen.

10. Nyeri haid mungkin bertambah buruk

Berhubungan seks selama haid dapat meredakan kram menstruasi bagi perempuan yang menderita nyeri haid.

Seseorang yang rutin melakukan hubungan intim memiliki tubuh yang relatif lebih kuat melawan kuman, virus, serta bakteri penyebab penyakit.

Sebuah studi yang dilakukan menyatakan bahwa melakukan bercinta 1-2 kali per minggu secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang dapat melindungi tubuh dari serangan infeksi.

Sumber: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top