Pembibitan dan Tracking Mangrove Sangga Ekonomi Warga Lampung Timur

Foto: dok.

Jakarta, Gempita.co – Kawal pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui padat karya rehabilitasi kawasan mangrove, Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut TB. Haeru Rahayu atau yang akrab disapa Tebe meninjau langsung lokasi nursery (pembibitan mangrove) dan tracking mangrove di Kabupaten Lampung Timut pada Kamis (17/12) lalu.

Di kesempatan tersebut Tebe meninjau lokasi pembibitan mangrove Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti yang memiliki kemampuan menampung 500.000 bibit mangrove yang selanjutnya akan dimanfaatkan warga untuk menyokong perekonomian warga desa yang terdampak oleh pandemi Covid 19.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Saat dialog terbuka dengan warga Desa, Tebe berharap Desa Purworejo bisa menjadi desa pembibitan mangrove dan bisa menjadi pusat bisnis mangrove yang mampu menghidupi warganya di masa mendatang.

“Dengan rencana bisnis yang baik, insyaAllah pembibitan mangrove ini akan jalan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa” ungkap Tebe.

Tahun 2020, KKP telah melakukan Rehabilitasi Kawasan Mangrove di 24 Kabupaten/Kota dalam bentuk penanaman mangrove, pembangunan nurseri mangrove, pembangunan tracking mangrove serta pemberian sarana dan prasarana produk olahan dan turunan mangrove.

Khusus untuk Kabupaten Lampung Timur, KKP telah melakukan penanaman mangrove di Desa Sri Minosari dan Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai dengan total luasan mencapai 40 hektar. Kegiatan penanaman mangrove tersebut menyerap tenaga kerja padat karya sejumlah 120 orang dengan total anggaran sekitar 580 juta rupiah yang terbagi menjadi pembelian bibit, pengadaan sarana dan prasarana penanaman serta upah padat karya.

Selain di dua lokasi tersebut, KKP juga membangun pusat pembibitan dan tracking mangrove di Desa Purworejo dan Desa Sri Minosari dengan total anggaran sekitar Rp. 2 Miliar. Pembangunan ini menyerap tenaga kerja padat karya hingga 350 orang dan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) mencapai sekitar 10.500 HOK.

Samsudin yang biasa disapa Sam, Ketua Kelompok Mutiara Hijau Desa Purworejo yang menerima bantuan tracking mangrove di wilayah desanya mengungkapkan rasa terima kasih dan harapannya atas bantuan pembangunan nursery mangrove serta rencana kelompoknya untuk mengembangkan bisnis pembibitan mangrove.

“Semenjak pandemi Covid- 19, perputaran ekonomi warga sangat terganggu, dengan adanya program pembibitan ini, warga kembali bisa dapat tambahan rezeki untuk beli beras. Kami juga ingin pemerintah bisa membantu memperbaiki akses jalan menuju lokasi supaya rencana kami untuk menjadikan Desa Purworejo menjadi desa wisata mangrove bisa terwujud,” ujar Sam.

Foto:dok.Humas Ditjen Pengelolaan Ruang Laut

Di tempat yang sama, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf menyampaikan KKP akan terus berkomitmen memperbaiki lingkungan khususnya kawasan mangrove.

“Ada 2 pola pendekatan yang akan kami lakukan, yang pertama melalui penanaman langsung pohon mangrove, dan yang kedua menjaga ekosistem yang sudah ada dengan cara community development yaitu pembinaan terhadap masyarakat untuk tidak merusak ekosistem mangrove,” terang Yusuf.

Selain sambangi tempat pembibitan mangrove, Plt Dirjen PRL beserta jajaran menyempatkan menanam mangrove hasil pembibitan secara simbolis dan meninjau langsung lokasi tracking Mangrove di Desa Sri Minosari, yang ditempuh kurang lebih setengah jam perjalanan menggunakan berkendara dari Desa Purworejo.

Sumber: Humas Ditjen Pengelolaan Ruang Laut

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali