Usai Tahlilan, Puluhan Warga di Kabupaten Bogor Jadi ODP Covid-19

Ilustrasi/net

Bogor, Gempita.co- Puluhan warga di Kabupaten Bogor geger setelah mengetahui tetangganya yang baru meninggal dunia pekan lalu dinyatakan positif virus corona.

Pasalnya, saat warga tersebut meninggal, mereka langsung menggelar tahlilan.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Berdasarkan data monitoring Covid-19 Kabupaten Bogor, warga yang ikut tahlilan dinyatakan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Awalnya pasien tersebut dirawat di RSUD Cibinong karena sakit jantung. Meski diagnosa dokter adalah sakit jantung, pasien tetap diambil tes swab.

Tak lama setelah tes swab dilakukan, pasien tersebut meninggal dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Cibinong. Karena diagnosa dokter adalah penyakit jantung dan pasien juga tidak dinyatakan sebagai PDP, pasien tersebut dimakamkan tidak dengan tata cara Covid-19.

Setelah jenazah dimakamkan, keluarga pasien langsung pulang ke rumah dan menggelar tahlilan selama tujuh hari yang dihadiri warga sekitar.

Di hari ke delapan, hasil swab baru keluar dan pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Kabar meninggalnya warganya dibenarkan Bupati Bogor Ade Yasin. Bupati menyebut dari penambahan 4 kasus positif Covid-19 di wilayahnya.

“Bertambah empat kasus baru positif Covid-19 dan satu di antaranya meninggal dunia. Satu pasien positif yang meninggal dunia adalah laki-laki, 48 tahun, asal Kecamatan Ciseeng,” kata Ade dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2020).

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali