Kisah Muslimah Indonesia Dibesarkan Wanita Tionghoa Kini Bahagia Resmi Jadi WN Malaysia

Foto:dok.Instagram @ismailsabri60

Gempita.co – Kisah inspiratif datang dari Negeri Jiran Malaysia. Rohana Abdullah, gadis Indonesia yang dirawat oleh seorang wanita Tionghoa, resmi menjadi warga negara Malaysia.

Rohana tak bisa menahan air mata kebahagiaan saat menerima surat pemberian status kewarganegaraan Malaysia dari Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hamzah Zainuddin pada Jumat (29/4/22) lalu.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Rohana dibesarkan selama 22 tahun di Malaysia. Ia ditinggal oleh sang Bunda yang merupakan wanita berkebangsaan Indonesia untuk dirawat oleh wanita paruh baya bernama Chee Hoi Lan.

Meski tak berstatus sebagai Bunda kandung, Chee Hoi Lan sangat menyayangi Rohana dengan tulus. Ia juga membesarkan Rohana dengan ajaran Islam, sesuai dengan yang dianut oleh putrinya sejak lahir.

Chee Hoi Lan mendampingi Rohana saat resmi menjadi warga negara Malaysia. Setelah menerima surat tersebut, Rohana kembali ke tempat duduk dan memberikan pelukan erat pada Ibu angkatnya.

“Di atas panggung, dia (Rohana) menangis ketika dia mengatakan bahwa dia sudah lama menunggu keputusan tentang penetapan kewarganegaraannya,” ujar Datuk Seri Hamzah Zainuddin, dikutip dari The Star, Minggu (1/5/22).

“Dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan saya memberi tahu dia bahwa kami memberikan kewarganegaraan kepada individu yang memenuhi syarat,” sambungnya.

Rohana adalah salah satu dari 34 orang berusia 5 sampai 24 tahun yang menerima kewarganegaraan Malaysia pada upacara yang diadakan di Kementerian Dalam Negeri.

Pasal 15A Konstitusi Federal memberikan wewenang khusus kepada Pemerintah Federal untuk mendaftarkan seseorang yang berusia di bawah 21 tahun sebagai warga negara Malaysia.

Masalah kewarganegaraan Rohana memang telah menjadi perhatian pemerintah Malaysia beberapa waktu lalu. Rohana dikabarkan ditelantarkan saat berusia dua bulan oleh Bunda kandungnya.

Dirawat sejak bayi

Rohana kemudian dirawat oleh Chee Hoi Lan yang merupakan seorang guru di sebuah taman kanak-kanak tempat ia bekerja sebagai petugas kebersihan.

Melihat Rohana yang masih berusia dua bulan, Chee Hoi Lan tak tega melihat bayi mungil itu ditinggal oleh sang Ibu. Chee Hoi Lan memutuskan untuk merawat dan membesarkan Rohana sebagai anak angkat dengan penuh kasih sayang.

Selama diasuh oleh Chee Hoi Lan, Rohana mendapatkan banyak perlakuan baik dari wanita itu.

Meski bukan anak kandung, Rohana Abdullah mendapatkan kasih sayang berlimpah serta pendidikan yang layak dari Bunda angkatnya. Chee Hoi Lan bahkan memberikan pendidikan agama Islam kepada Rohana, meski ia bukan merupakan seorang muslim.

Chee Hoi Lan mengaku bahwa ia ingin Rohana tumbuh menjadi Muslimah yang taat beragama.

“Aku mencintainya seperti anakku sendiri. Sejak (dia) kecil, saya memastikan dia makan makanan halal dan menjalankan ibadah sebagai seorang Muslim hingga hari ini,” ujar Chee, kepada Harian Metro Malaysia.

Chee Hoi Lan sangat ingin melihat putri angkatnya menjadi wanita sukses. Ia sangat menantikan momen di mana Rohana mendapatkan pekerjaan, menikah, hingga akhirnya hidup bahagia.

“Sebelum saya mati, saya ingin melihatnya menikah, bekerja, dan bahagia,” ucapnya.

Akan tetapi, Rohana sempat mendapat cobaan ketika sedang menimba ilmu. Kantor berita di Malaysia melaporkan bahwa ia sempat dipaksa keluar dari sekolah karena tidak memiliki identitas. Hal itu membuat Rohana mengalami gangguan kecemasan, Bunda.

Kisah pilu tersebut langsung sampai ke telinga Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob. Atas hal itu lah ia memutuskan untuk menghubungi Rohana dan membantu mengurus kewarganegaraannya.

Sebelumnya, Ismail SAbri Yaakob mengunggah video di Instagram yang menyatakan bahwa ia akan memastikan untuk membantu mendapatkan status kewarganegaraan Rohana.

Ismail berjanji akan memberikan kartu identitas untuk dara berusia 22 tahun itu, Bunda. Ia juga berterima kasih kepada Chee Hoi Lan karena telah merawat dan menjaga Rohana ketika ditelantarkan saat masih bayi.

Sumber: HaiBunda

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali