Peringatan Hari Raya Waisak di Berbagai Negara, Singapura Melepas Ribuan Burung

Gempita.co – Tiga peristiwa yang dikenal sebagai Trisuci Waisak adalah hari lahirnya Siddhartha Gautama, momen Siddhartha Gautama menjadi Buddha, dan wafatnya Siddhartha Gautama di usia 80 tahun.

Dalam memperingati Hari Raya Waisak, umat Buddha di dunia memiliki tradisi masing-masing.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Berikut tradisi Waisak dari berbagai negara di dunia:

1. Sri Lanka

Bagi masyarakat Sri Lanka, perayaan kelahiran Buddha akan disambut dengan warna-warni lampu yang ceria dan menyemarakkan wilayah tersebut. Berbeda dengan beberapa negara yang menyalakan dan melepas lentera sebagai perayaan kelahiran Buddha, Sri Lanka justru memasang lampu-lampu listrik berwarna-warni di berbagai sudut kota. Ini akan terlihat sangat unik dan menarik, terutama jika malam tiba.

2. Kamboja

Ulang tahun Buddha di Kamboja dikenal dengan nama Visak Bochea dan juga merupakan hari libur nasional.Dalam ajaran agama Buddha Theravada, umumnya bendera Buddha akan dikibarkan di atas kuil dan diarak oleh para bhikku.

3. Thailand

Perayaan hari lahir, penerangan sempurna, dan wafatnya Sang Buddha di Thailand disebut Visakha Bucha dan menjadi hari libur nasional di negara tersebut. Saat peringatan, masyarakat umumnya akan berkumpul di kuil untuk mendengar khotbah para biksu, lalu dilanjutkan dengan lantunan doa.

4. China dan Hong Kong

Perayaan ulang tahun Buddha di negara tersebut dikenal sebagai Fodan, acaranya digelar di sejumlah kuil Buddha dengan memberikan persembahan kepada bhikku serta menyalakan dupa. Saat hari perayaan, masyarakat akan menggelar upacara Yufojie atau memandikan Buddha (Bathing The Buddha), dengan menuangkan air beraroma harum yang diberkati di atas patung bayi Buddha.

5. Jepang

Ada tradisi mengelilingi bunga teratai yang konon tumbuh dari tempat bayi Buddha berjalan. Sama seperti di China, ada juga tradisi memandikan patung Sang Buddha yang ditaburi ama-cha, sejenis teh dari berbagai jenis macam daun hydrangea (hortensia).

6. Vietnam

Di Vietnam, perayaan Hari Raya Waisak disebut sebagai Le Phat Dan dan ditandai dengan festival serta pemasangan lentera di jalanan. Pagoda dan kuil-kuil juga akan dihias guna mengundang para pengikut Buddha agar memberikan persembahan kepada bhikku sekaligus mendengarkan khotbah.

7. Indonesia

Indonesia merayakan Waisak dengan membuat acara dan ritual di candi-candi Buddha kuno. Ritual tersebut biasanya diawali dari Candi Mendut, Jawa Tengah, kemudian berakhir di candi Buddha terbesar di dunia, yakni Candi Borobudur.

8. Korea Selatan

Bagi umat Buddha yang berada di Korea Selatan, perayaan Hari Raya Waisak menjadi sebuah perayaan besar yang selalu ditandai dengan acara menghias candi-candi di wilayah tersebut. Ratusan lentera-lentera cantik berbentuk teratai akan dinyalakan untuk menerangi candi di kegelapan malam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tradisi dalam mengenang kelahiran Sang Buddha ke dunia ini.

9. Singapura

Berbeda dan menjadi salah satu ritual unik, Singapura memperingati Hari Raya Waisak dengan cara melepas burung dari sangkarnya ke udara. Hal ini dianggap melambangkan datangnya hari yang baru dan menjadi perayaan nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Buddha bagi umatnya. Ini tentu menjadi sebuah ritual yang menyenangkan, sebab akan ada ribuan burung yang diterbangkan pada saat perayaan kelahiran Buddha tersebut berlangsung.

10. Nepal

Sama seperti di India, pada hari raya ini, masyarakat biasanya makan puding beras manis. Para perempuan juga akan pergi ke kuil dengan memakai baju warna putih.

*Berbagai Sumber

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali