Kyainya Lakukan Pelecehan Seksual, Ratusan Warga dan Wali Santri Geruduk Ponpes di Lumajang

Lumajang, Gempita.co – Ratusan warga dan wali santri ngluruk Pondok Pesantren Lembah Arafah di Desa Curah Petung, Kedung Jajang, Lumajang. Massa meminta penjelasan atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu kiai ponpes tersebut terhadap 3 santriwatinya.

Polisi yang mendapatkan laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi dan mengamankan sang kiai berinisial FZ ke Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

“Ada informasi dari ibu kepala desa mengenai laporan kiai melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya sehingga kita amankan terduga pelaku untuk diinterogasi,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini terungkap bermula saat dua santriwati dari warga sekitar mengadukan perbuatan yang dilakukan sang kiai kepada orang tuanya. Selanjutnya orang tua melaporkanya kepada kepala desa Curah Petung.

“Awalnya ada 2 wali santri melaporkan kepada kepala desa sehingga warga dan wali santri spontanitas mendatangi ponpes untuk meminta penjelasan dari kiai,” ujar Camat Kedung Jajang Ahmad Faishol.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga membawa korban untuk dimintai keterangan di kantor polisi. Pondok pesantren Lembah Arafah memiliki sekitar 30 santri yang semuanya merupakan santri perempuan. Kini kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Lumajang.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali