Asal-asul Ganja: Ditemukan Sejak Zaman Neolitikum 10.000-30.000 SM

Gempita.co – Menurut penelitian terbaru, ganja berasal dari barat laut Cina. Spesies Cannabis sativa kemungkinan muncul dari wilayah barat laut Cina sejak zaman Neolitikum, 10.000-30.000 sebelum masehi.

Namun yang menarik penemuan residu atau sisa pembakaran ‘ganja’ di kawasan Tel Arad, Israel. Tepatnya di sebuah kuil yang sudah berusia 2.700 tahun. Penelitian dalam bidang arkeologi di Israel mengungkapkan ‘ganja’ tersebut ada saat zaman budaya kuno.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Menurut BBC, penggunaan ganja oleh orang-orang Yahudi kuno untuk ritual keagamaan di dalam kuil. Kuil tempat penemuan itu merupakan kuil pertama pada tahun 1960-an di kawasan gurun Negev. Jaraknya sekitar 95 km di bagian selatan Tel Aviv.

Menurut laporan dari media Israel, penemuan ini menjadi bukti pertama dari penggunaan zat psikotroprika dalam ibadah Yahudi. Para peneliti pun mengungkapkan bahwa bahan lainnya seperti kemenyan, ternyata ada dalam Alkitab sebagai dupa dalam pengorbanan pada Kuil zaman Yahudi Kuno.

Penggunaan ganja untuk ritual tersebut kemungkinan dari kawasan luar Tel Aviv yang merupakan barang impor. Karena tidak ada bukti terkait ganja pernah di tanam di sekitar lingkungan kuil.

Dalam analisis kimia, orang-orang Yahudi zaman dahulu membakar ganja di atas kotoran hewan yang sudah mengering. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal arkeolog Universitas Tel Aviv menyebut sisa-sisa persembahan dari ritual keagaamaan yang berupa pembakaran masih tersimpan di atas altar dari ritual.

Di dalam kuil, terdapat dua altar batu gamping yang telah terkubur. Di salah satu altar juga terdapat kemenyan sebagai bagian dari persembahan dan prosesi pemakaman. Pada altar lainnya, terdapat residu bekas pembakaran yang mengandung unsur-unsur dalam tanaman ganja.

Bekas pembakaran teridentifikasi sebagai ganja tersebut mengandung unsur senyawa psikoaktif Tetrahydrocannabinol (THC). THC merupakan unsur psikoaktif utama yang ada dalam ganja.

Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), THC dapat mengaktifkan sistem otak untuk memberi sinyal pelepasan hormon dopamin yang bisa memicu perasaan euphoria sert memunculkan perasaan senang. Para peneliti berkesimpulan bahwa unsur senyawa yang terkandung didalamnya, digunakan untuk memberikan rasa ‘mabuk’ atau efek psikoaktif kepada orang-orang yang berdoa saat itu.

Ditemukan pula unsur senyawa lainnya yang terkandung dalam tanaman ganja seperti cannabidiol (CBC) dan cannabinol (CBN). Penggunaan ganja dalam ritual kegamaan oleh Yahudi Kuno ternyata tak hanya ditemukan di kuil Tel Arad.

Para peneliti juga menemukan terkait jejak residu ‘penggunaan ganja’ dalam ritual agama di kuil Yerusalem. Hal itu karena kuil Tel Arad menjadi bagian dari puncak bukit di perbatasan selatan Kerajaan Yehuda. Penggalian arkeologis di tahun 1960 di Tel Arad, menemukan benteng Kerajaan Yehuda dan terdapat sebuah kuil yang mirip dengan kuil lainnya di Yerusalem.

Alasan tersebut sesuai dengan deskripsi dari Alkitab terkait kuil pertama di Yerusalem. Secara tidak langsung, jaraknya yang tidak begitu jauh membuat tata cara atau prosesi antar kuil Tel Aviv dan Yerusalem tak jauh beda.

Sayangnya, kuil di Yerusalem sudah lenyap. Bekas reruntuhannya pun sudah tidak ada. Padahal para arkeolog sedang melakukan penelitian untuk meluruskan pemahaman cara beribadah orang Yahudi di setiap kuil yang jaraknya tak jauh dari kuil Yerusalem.

*Berbagai Sumber

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali