Ekonomi

Brompton dari Ratusan Juta, Kini Merosot Gak Ketolongan

Pabrik sepeda lipat Brompton di London barat (AP)

Gempita.co – Wakil Ketua Umum Komunitas Brompton of Alam Sutera Serpong (BOAS) Cleorado Cordelius Ferdinando. Ia mengungkapkan bahwa sepeda yang tahun lalu dibanderol ratusan juta, kini hanya setengahnya.

“Spin Warrior kan agen Brompton di QBIG BSD. Dia masih punya satu, nawarin saya Brompton CHPT 3 Rp 75 juta versi 3 yang rilis tahun lalu. Itu sempat tembus Rp 150 juta untuk sepeda baru di tahun lalu. Sekarang tinggal Rp 75 juta, harga normal kurs pounds sekitar hampir Rp 50 juta tapi mungkin masuk pajak sekian-sekian jadi Rp 75 juta sama keuntungan toko,” katanya dikutip dari laman CNBC Indonesia, Rabu (20/10/2021).

Tahun lalu sepeda CHPT 3 misalnya, menjadi buruan karena dinilai menjadi ras tertinggi di Brompton. Penggunanya kerap dianggap sebagai ‘sultan’ dibandingkan jenis lain.

“Yang naik drastis Gold edition, dia bikin limited ada angkanya, jumlah 1.000 unit, kemarin sempet yang punya nomor hoki, misal 888 tembus Rp 150 juta nah itu anak komunitas BOAS banyak yang pegang. Gold kemarin sempet paling murah Rp 100 juta atau Rp 110 juta paling murah, dia beli Rp 40 juta,” ungkap Cleorado.

Terjadi kenaikan harga pada sepeda tersebut mencapai 3-4 x lipat dibandingkan harga beli. Sepeda ini memiliki berat yang lebih dibanding sepeda jenis lain mencapai 20 Kg. Padahal, sepeda Brompton lain di kisaran belasan Kg.

“Rp 40 juta aja dulu nggak ada yang mau karena berat, dia kalau dulu ditawarin males aja, ada yang disimpan buat koleksi,” paparnya.

Meski demikian, ia optimis harga akan naik lagi. Ini seiring kondisi perekonomian yang semakin membaik, daya beli masyarakat juga menanjak dan normalnya industri penerbangan.

“Karena yang paling enak buat dibawa cuma Brompton, pakai koper masukin beres, kalau road bike dibawa keluar ribet harus bongkar-bongkar,” kata Cleorado.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top