Sekilas Info

China – AS ‘Adu Mulut’ di Pertemuan Tingkat Tinggi PBB

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping-Foto: Istimewa
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping-Foto: Istimewa

Washington DC, Gempita.co - Zhang Jun Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Amerika Serikat telah menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia.

Hal itu ditegaskan pada pertemuan tingkat tinggi PBB, Kamis (24/9/2020)."Cukup sudah !" kata Zhang seperti dikutip AFP.

Dua hari sebelumnya, Presiden Donald Trump menggunakan pidato tahunannya di Majelis Umum untuk menyerang Cina.

Trump dalam pidatonya pada Selasa telah menuntut tindakan terhadap Cina karena menyebarkan "wabah" Covid-19 ke dunia.Cina menekan berita penyakit pernapasan ketika pertama kali muncul tahun lalu di Wuhan dan saran awal mengecilkan risiko penularan.

"Saya harus mengatakan, cukup sudah cukup! Anda telah menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia!" ujar Zhang pada pertemuan Dewan Keamanan tentang pemerintahan global yang dihadiri melalui konferensi video oleh beberapa kepala negara.

Dikatakan, AS memiliki hampir tujuh juta kasus (Covid) yang dikonfirmasi dan lebih dari 200.000 kematian saat ini. Dengan teknologi dan sistem medis paling canggih di dunia, mengapa AS ternyata memiliki kasus dan kematian yang paling banyak dikonfirmasi?

"Jika seseorang harus dimintai pertanggungjawaban, itu pasti beberapa politisi AS sendiri," tegasnya. Menggunakan frasa yang sering diungkapkan pemimpin AS ke Cina, Zhang berkata: "AS harus memahami bahwa kekuatan besar harus berperilaku seperti kekuatan besar."

Amerika Serikat "benar-benar terisolasi," katanya dalam sambutan yang didukung dengan antusias oleh sekutunya dari Rusia.

Sementara Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, menyuarakan kemarahan atas nada tersebut. "Kamu tahu, malu pada kalian masing-masing. Saya heran dan saya muak dengan isi diskusi hari ini," kata Craft.

Katanya, ada anggota Dewan yang mengambil kesempatan ini untuk fokus pada dendam politik daripada masalah kritis yang ada.

Penulis: Jeffry Sarafil
Sumber: AFP

Baca Juga