Internasional

China Marah Besar, Kapal Selam AS Tabrak Gunung di Laut China Selatan

ilustrasi/istimewa

Gempita co –Tiga perwira kru kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang menabrak gunung bawah laut di perairan Laut China Selatan, telah dicopot dari jabatannya.

Akibat insiden itu, China marah besar dan kapal selam dimaksud juga terpaksa berlayar di permukaan selama sepekan menuju teritori AS di Pasifik, Guam.

Komandan Kapal Selam USS Connecticut, Komodor Cameron Aljilani, perwira eksekutif Lt. Komodor Patrick Cashin, dan Kepala Teknisi Sonar Cory Rodgers dicopot dari jabatannya, seperti diberitakan CNN, Jumat (5/11/2021).

Keputusan diambil setelah dilakukan investigasi selama sekitar satu bulan sejak insiden tersebut.

Menurut hasil investigasi, tabrakan itu “seharusnya bisa dicegah”.

Angkatan Laut Amerika mengatakan kapal selam tersebut tengah melakukan patroli bawah laut saat insiden terjadi.

Sebanyak 15 kru mengalami cedera ringan. USS Connecticut saat ini masih berada di Guam untuk diperiksa tingkat kerusakannya, sebelum dibawa ke Washington dan direparasi di sana.

USS Connecticut disebut-sebut sebagai “mobil sport mewah” untuk kapal selam, dengan harga USD3 miliar dan bisa melaju kencang serta dilengkapi teknologi elektronik paling muthakhir.

AL mengklaim bahwa setelah tabrakan pada 2 Oktober, kapal selam itu masih mampu menempuh jarak 2.900 km ke Guam dengan tenaganya sendiri dan reaktor nuklirnya tidak terdampak.

Laksamana Madya Karl Thomas, komandan Armada ke-7 Amerika, mengatakan kecelakaan itu bisa dihindari jika awak kapal selam “melakukan penilaian yang tepat, hati-hati dalam pengambilan keputusan, dan patuh pada prosedur dalam perencanaan navigasi”.

Para pejabat keamanan di Beijing mempertanyakan maksud kehadiran kapal selam itu di Laut China Selatan, yang sekarang menjadi area panas karena China mengklaim kepemilikan atas sebagian besar area tersebut.

Kementerian Luar Negeri China mendesak Amerika untuk memberi penjelasan tuntas dan “menghentikan provokasi” di sana. (BBC/CNN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top