Wisata

Demi Pariwisata, Uni Eropa Usulkan Paspor Kesehatan Negara Anggota

ilustrasi/istimewa

Gempita.co – Proposal Komisi Eropa untuk membuat paspor kesehatan di dalam negara anggota Uni Eropa (EU) selama sisa pandemi ini, bisa membantu kepariwisataan musim panas di Eropa selatan.

Tetapi peluncuran vaksin yang lamban dan naiknya tingkat penularan, harapan memudar untuk pemulihan dalam waktu dekat.

Pusat bersejarah kota Barcelona sangat berbeda dibanding sebelum pandemi. Tidak ada wisatawan yang memadati jalanan dan penduduk Barcelona dapat bersepeda melalui pusat kota, sesuatu yang tidak bisa mereka lakukan pada tahun 2019, ketika 12 juta wisatawan berdatangan. Meskipun jalanan lengang, banyak yang tidak menyukainya.

Salah seorang warga Barcelona, Antonio Valero mengatakan, “Saya lebih suka kalau ada wisatawan asing di sini, karena sekarang ada kemiskinan. Toko-toko yang biasanya dikunjungi banyak wisatawan, akan tutup, ya… semua toko itu tutup. Jika saya harus memilih antara satu atau lainnya, saya memilih apa yang menjadi kebutuhan utama, sementara pada waktu yang sama bisa menikmati keindahan kota Barcelona.”

Warga lain bermeditasi di situs bersejarah. Satu pasangan ini bertemu lewat daring sewaktu penutupan wilayah dan sekarang mereka melakukan yoga di luar ruangan. Tetapi tempat wisata utama Barcelona seperti La Rambla, suasananya suram karena hotel-hotel dan toko-toko tutup.

Fermin Villar yang sedang berada di La Rambla mengatakan, “Di kota tua Barcelona, kebanyakan warga bekerja dalam bidang pariwisata, baik secara langsung maupun tidak langsung.”

Spanyol adalah negara kedua yang paling banyak dikunjungi di dunia, setelah Prancis dan tercatat melebihi Amerika. Pariwisata menyumbang 12 persen dari pendapatan kotor dalam negeri Spanyol.

Ada sedikit harapan di sini bahwa usul Komisi Eropa untuk paspor COVID dapat menyelamatkan industri musim panas ini. Ada kecemasan di antara kepemimpinan Spanyol,.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan, “Saya tidak suka istilah “paspor” karena kita berada dalam Schengen (zona 26 negara Eropa) dan menurut saya mobilitas antar negara dalam Uni Eropa diatur oleh kerangka kerja ini. Jadi. yang kami inginkan adalah memudahkan mobilitas ini secepatnya. Untuk sebagian sektor, seperti sektor pariwisata, ini penting.”

Warga negara Inggris merupakan bagian besar dari arus masuk pariwisata Spanyol. Dengan keluarnya Inggris dari UE, pertanyaan yang muncul apakah UE akan menghormati paspor COVID Inggris?

Ketidakpastian itu berkembang di sini.

Sumber: voa

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top