Ekonomi

Ekonomi Amerika dan Singapura Jeblok, Semoga Indonesia Kuat

Jakarta, Gempita.co – Wajar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meradang kepada menteri yang lambat mencairkan anggaran untuk rakyat. Sebab, akibat pandemi Corona membuat ekonomi diberbagai negara jeblok.

Bahkan, lima negara kuat dikabarkan sudah mengalami resesi. Jika ini terjadi tentu saja bisa bedampak pada Indonesia.

Sejak Corona menghantam Indonesia, ekonomi mulai morat-marit. Ribuan orang kena PHK dan daya beli masyarakat anjlok.

UKM yang menjadi tulang punggung rakyat juga banyak yang gulung tikar. Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memberikan sinyal devisit anggaran.

Data yang dikutip dari berbagai sumber menyebutkan ada lima negara yang terancam kena resesi ekonomi.

Sebut saja Amerika Serikat (AS). Ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal II dari April hingga Juni sebesar 32,9%. Mengutip CNN, Jumat (30/7/2020), Biro Analisis Ekonomi mencatat ini adalah penurunan terburuk sepanjang sejarah.

Bisnis yang terhenti selama lockdown pada musim semi tahun ini membuat AS akhirnya terjerumus ke dalam resesi pertamanya dalam 11 tahun terakhir.

Hanya dalam beberapa bulan, ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS dalam lima tahun terakhir pun selesai sudah.

Lalu Jerman. Negeri panzer pada kuartal II-2020 kembali mengalami kontraksi sebesar -10,1%. Laporan itu menandakan ekonomi Jerman masuk dalam jurang resesi.

Mengutip Reuters, penurunan ekonomi Jerman hingga -10,1% diakibatkan penurunan konsumsi rumah tangga, investasi bisnis dan ekspor. Semua itu merupakan dampak dari pandemi COVID-19.

Bahkan Hong Kong resmi resesi selama setahun penuh. Ekonominya sulit pulih di tengah pandemi Corona. Negara yang jadi hub Asia itu ekonominya mengkerut 9% di kuartal II-2020 (April-Juni) dibandingkan posisi setahun sebelumnya.

Ini merupakan keempat kalinya Hong Kong mencatat ekonomi minus. Artinya, sudah setahun penuh ekonomi Hong Kong tidak tumbuh.

Sementara Singapura juga masuk ke jurang resesi di kuartal II-2020. Ekonomi negeri Singa ini terkontraksi 41,2% terdampak virus Corona.

Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Singapura juga telah mengalami kontraksi hingga 2,2% yoy yang juga disebabkan oleh penyebaran COVID-19.

Sedangkan Korea Selatan (Korsel) pun menyusul Singapura menjadi negara yang ekonominya resmi jatuh ke jurang resesi. Kondisi ini ditandai dengan menyusutnya perekonomian Korsel di kuartal II-2020.

Bank of Korea mengatakan, ekonomi Korsel menyusut -3,3%. Itu adalah kontraksi paling tajam sejak kuartal pertama 1998. Angka itu juga lebih dalam dari perkiraan jajak pendapat yang digelar Reuters di angka -2,3%. Pada kuartal I-2020 ekonomi Korsel sudah -1,4%.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top