Sekilas Info

Gandeng Oracle, TikTok Gerak Cepat Ambil Langkah Penyelamatan

Tiktok

Jakarta, Gempita.co - TikTok dan Oracle disinyalir segera bermitra. Bila dua perusahaan beda bendera tersebut mencapai kesepakatan, ini akan menjadi kabar baik bagi pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Bukan rahasia, keamanan nasional AS gerah dengan sepak-terjang-tanpa-batas aplikasi berbagi video pendek itu.

Kabar datang setelah perdebatan panjang dan spekulasi di sana-sini. Semua penasaran dengan nasib TikTok di Negeri Paman Sam. Akankah berumur panjang? Mereka menyebutnya ‘aplikasi China’.

Dan, Trump meminta aplikasi itu dijual atau selamanya lenyap dari ponsel pintar di teritori AS.

Seperti dilansir CNN, apakah perjanjian antara TikTok dan Oracle terjadi, ini belum jelas. Termasuk klausul di dalamnya bila kesepakatan kerja sama itu benar adanya. Hanya, tidak ada pernyataan bahwa TikTok akan dijual.

Nama Oracle sendiri mencuat setelah Microsoft menegaskan tidak akan membeli hak pengoperasian TikTok AS dari ByteDance.

Sementara Oracle merilis pernyataan yang mengonfirmasi bahwa mereka bagian dari proposal ByteDance kepada Departemen Keuangan, sebagai ‘penyedia teknologi tepercaya’.

Popularitas TikTok meledak di AS dan negara-negara Barat lainnya. Menjadi platform media sosial pertama China dengan magnet luar biasa. Penggunanya menembus batas negara-bangsa.

Tiga bulan pertama 2020 aplikasi itu diunduh 315 juta kali. Angka itu, menurut perusahaan analitik Sensor Tower, mencetak sejarah. Jumlahnya seperempat kali lebih banyak dibanding aplikasi lain.

Namun, Trump dan politisi AS lainnya terusik. Aplikasi itu diklaim ancaman keamanan nasional. Mereka menyatakan, Beijing boleh jadi menggunakannya sebagai alat untuk memata-matai. Otoritas berwenang juga mengaku cemas, TikTok dipakai untuk menghimpun data pribadi warga AS atau menyensor kebebasan berekspresi yang dianggap sensitif oleh pemerintah China.

TikTok membantah seluruh tuduhan. Mereka menyatakan bahwa pusat data mereka seluruhnya berada di luar China. Dan, tak satu pun data diatur dalam undang-undang China.

Penulis:
Sumber: Berbagai Sumber

Baca Juga