Ekonomi

Hebat…Tempe Indonesia Semakin Mendunia, Diekspor ke Jepang

Tempe - Foto: istimewa

Jakarta, Gempita.co – Ekspor produk olahan tempe dikirim Indonesia ke Jepang, sekaligus membuktikan bahwa para pelaku usaha fermentasi kedelai ini mampu membuat diversifikasi pangan yang menjadi pilihan pembeli luar negeri.

“Makanan tradisional asli Indonesia ini semakin mendunia,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam siaran pers, Jumat.

Ekspor Indonesia menurut dia terus melaju di tengah pandemi Covid-19.

Pada Mei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 2,36 miliar, melanjutkan tren pada April dengan surplus sebesar USD2,19 miliar.

Ekspor sebesar 4,8 ton dengan nilai USD13.000 ini dilakukan oleh PT Arumia dan para pelaku UMKM.

“Ini kolaborasi yang baik antara PT Arumia dengan Rumah Tempe Azaki. Jadi contoh untuk bersama-sama maju dan meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia,” kata Menteri Lutfi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan ekspor ini merupakan momen penting meningkatkan nilai ekspor produk makanan olahan ke seluruh dunia.

“Sekaligus diharapkan menjadi motivasi UKM potensial lainnya untuk mengembangkan pasarnya hingga ke mancanegara,” ujar dia.

Tempe ini menurut dikemas dengan mengadaptasi produk yang diinginkan oleh pasar Jepang, yaitu dalam kemasan 450 gram.

“Eksportir Indonesia sudah menyesuaikan bentuk, ukuran, resep pengolahan, dan kemasan sesuai dengan yang diinginkan oleh pasar Jepang,” ujar dia.

Produk ini diimpor oleh salah satu chain wholesale supermarket terbesar di Jepang yang memiliki 800 gerai di seluruh negara itu.

Menurut dia meskipun merupakan negara produsen bahan makanan, Jepang juga banyak melakukan impor bahan pangan hingga 60 persen dari konsumsi negara itu.

“Tempe saat ini menjadi superfood asli Indonesia, konsumsinya mulai tumbuh di negara-negara maju termasuk Jepang,” ujar dia.

Menurut Didi, tempe ini dibuat dengan teknologi khusus sehingga cita rasanya otentik tempe meski proses fermentasi dilakukan di Indonesia.

Produk Indonesia menurut Didi baru mencapai 1,3 persen dari keseluruhan pangsa produk pangan impor di Jepang.

“Konsumen Jepang juga suka mencoba berbagai produk makanan baru, khususnya produk makanan yang sehat. Untuk itu, Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang yang terbuka lebar ini,” tutur Didi.

Pada 2020, ekspor produk pangan Indonesia ke Jepang sebesar USD 19,1 juta atau tumbuh 16 persen dibandingkan 2019.

Total perdagangan Indonesia-Jepang pada periode Januari—April 2021 sebesar USD9,84 miliar atau meningkat 1,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Jepang sebesar USD5,47 miliar.

Sedangkan, impor Indonesia dari Jepang sebesar USD4,37 miliar.

Sementara itu pada 2020, total perdagangan Indonesia-Jepang sebesar USD24,33 miliar.

Nilai ini terdiri dari ekspor sebesar USD13,66 miliar dan impor sebesar USD10,67 miliar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top