Kepri

Hima Persis Kepri Dibuat Miris dengan Kondisi Makam Raja Ahmad Thabib

Hima Persis Kepri saat berziarah ke makam Raja Ahmad Thabib di Pulau Penyengat/ist

Tanjungpinang, Gempita.co – Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Kepulauan Riau (Kepri) mengaku miris dengan kondisi makam Raja Ahmad Thabib, ahli pengobatan yang terkenal dari Pulau Penyengat.

Kondisi bangunan makam Tabib dan ulama yang namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit terbesar di Kepri sangat memperihatinkan.

Hal itu diketahui saat Hima Persis melihat langsung kondisi makam Raja Ahmad Thabib di Pulau Penyengat atau Pulau Perdamaian.

“Sangat miris melihat kondisi makam Raja Ahmad Thabib, tidak terawat sama sekali. Seharusnnya ini menjadi perhatian dari pemerintah, yang mana nama tersebut digunakan dalam penamaan salah satu rumah sakit terbesar di Provinsi Kepri,” ujar Rama, Pengurus Hipma Persis Kepri, dalam keterangannya kepada Gempita.co, Selasa (10/11/2020).

Menurut Rama, bangunan rumah sakit yang megah tidak sebanding dengan makam yang namanya digunakan untuk penamaan gedung tersebut.

“Makam seorang Pahlawan bagi Negeri Bertuah ini, sangat sulit dikenali karena tidak adanya papan informasi seperti makam-makam yang lain,” tuturnya prihatin.

Ia mengatakan, kunjungan Hima Persisi Kepri ke Pulau Penyengat untuk mempelajari dan mengupas kembali catatan sejarah serta mencari tahu keberadaan dari keturunan para Raja Riau-Lingga di pulau tersebut.

Menyuarakan ke Pemerintah

“Masyarakat dan tokoh adat setempat melalu Raja Ibrahim yang merupakan keturunan ke-7 dari Raja Haji Fisabilillah, meminta kepada kami untuk turut serta menyuarakan hal ini agar pemerintah mau mendengar,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan kader Hima Persis Kepri Angga. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memperhatikan makam tersebut.

“Berdasarkan penyelusuran dari beberapa tokoh masyarakat sudah beberapa kali melakukan permohonan kepada pemerintah, namun kandas dan tidak terlealisasi,” kata, Angga Hardika, yang juga kader Hima Persis Kepri.

“Kami telah menyurati Dinas Kebudayaan untuk melakukan audiensi dengan tujuan mempertanyakan perihal tersebut. Makam dan nama tersebut adalah nilai budaya bagi tanah Melayu. Untuk itu hal ini harus terus diangkat agar dapat diambil kebijaksanaan sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Raja Ahmad Thabib adalah cucu dari Raja Ali Haji. Ayahnya adalah Raja Hasan putra dari Raja Ali Haji. Sementara, ibunya adalah Raja Maimunah, puteri Raja Abdullah atau Al-Marhum Mursyid Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga ke-IX.

Berdasarkan catatan Raja Muhammad Yunus Ahmad, disebutkan bahwa Raja Ahmad Thabib lahir tahun 1282 H/1865 M di Pulau Penyengat Indera Sakti.

Penulis: Yusdianto
Editor: Rukmana

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top