Nasional

KemenkopUKM Gandeng Lima Lembaga/Institusi Agar Mampu Naik Kelas dan Go Digital

Foto: Istimewa

Sumedang, Gempita.co – Guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM di kabupaten/kota di Jawa Barat agar mampu Naik Kelas sekaligus mengarahkan untuk Go Digital, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan lima lembaga/Institusi yaitu Universitas Padjajaran, Universitas Prasetiya Mulya, Telkomsel, GIZ
(Gesellschaft Für Internationale Zusammenarbeit)
dan Tik Tok Pte Ltd, di Jatinangor, Sumedang, Kamis (29/4).

Penandatanganan MoU dan PKS dilakukan oleh Asdep Pengembangan SDM UKM Dwi Andriani Suliatyowati, mewakili Deputi Bidang UKM, Hanung Harimba Rachman yang hadir secara daring dan perwakilan lima lembaga/institusi tersebut. Ikut hadir dan menyaksikan penandatanganan MOU ini antara Iain Sekretaris Dinaskop dan Usaha Kecil Jabar, Surah dan perwakilan Dinas Koperasi dan UKM di Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Berbarengan dengan penandatanganan MoU dan PKS itu juga dilakukan Sinergi Kegiatan Pengembangan kapasitas SDM UKM , Pelatihan Ketrampilan Teknis Produksi dan Digital Marketing yang diikuti oleh 120 pelaku UKM di Kabupaten/Kota di Jawa Barat, yang terbagi dalam empat angkatan.

“Diharapkan melalui kesepakatan ini, dapat dimulai gebrakan UKM untuk bertransformasi dari manual ke digital sehingga dapat bergerak lebih cepat, lincah, dan efektif dalam menjalankan bisnisnya” ujar Hanung, Deputi Bidang UKM KemenkopUKM dalam sambutannya secara virtual. Caranya, pelaku UKM yang telah mapan dan siap untuk on boarding, akan didampingi dalam proses go digital melalui pelatihan digital marketing dan pelatihan peningkatan Skill dalam teknis produksi, yang melibatkan instruktur yang berkompeten.

Hanung mengatakan, upaya ini menunjukan komitmen dan keseriusan Deputi Bidang UKM melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan yang harapannya pengembangan dan pemberdayaan UKM secara konkrit mampu meningkatkan omset dan berdaya saing secara profesional, bahkan UKM naik kelas dan siap bersaing untuk masuk pasar ekspor. “Sesuai arahan Bapak Menteri, kita harus bisa mencetak UKM naik kelas dan Ekspor yang sustainable”, ujarnya.

Akselerasi Transformasi
Digital

Lebih lanjut Hanung menguraikan, adanya pandemi covid 19 ini, menjadi momentum bagi KUMKM untuk melakukan akselerasi transformasi digital di berbagai sektor kehidupan, agar bisnisnya tetap eksis.Menurut data pada saat pandemi covid 19, hanya UMKM yang terhubung platform digital mengalami
pertumbuhan, di tahun ini penjualan di platform digital naik 26% dibandingkan tahun lalu,
sementara UMKM yang belum terhubung dengan platform digital mengalami penurunan omzet.

“Tantangan besar kita saat ini UMKM yang berjumlah 64,1 juta yang memanfaatkan
ekonomi digital masih minim, baru sekitar 16 persen
unit atau 10,25 juta UMKM saja,” ujar Hanung. Sejak pandemi covid 19, tercatat 37 persen pengguna jasa internet baru. 93 persen konsumen akan tetap memanfaatkan digital setelah pandemi dengan rata-rata akses
internet per orang mencapai 4,3 sampai dengan 4,7 jam per hari.

“Sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia bisa menjadi kuat dan berdaya saing apabila ditopang dengan pemberdayaan UMKM, oleh sebab itu salah satu prioritas kami di Kementerian Koperasi
dan UKM adalah untuk mendorong inovasi, digitalisasi, ekspor dan pembesaran Pelaku
UMKM agar berperan lebih strategis lagi dalam perekonomian nasional,” tandasnya.

Sementara itu Dharma Simorangkir, Senior VP Enterprise Account Management Telkomsel mengatakan, saat ini Telkomsel sudah memiliki aplikasi khusus buat UMKM yang dinamakan 99% Usahaku, dimana UKM yang tergabung akan bisa mengakses pasar Sebanyak 160 juta pelanggan Telkomsel.

“99 Persen Usahaku Ini adalah Layanan digital terintegrasi yang akan memberikan edukasi masalah UMKM. Edukasi itu sangat penting dalam UMKM ada yg core/inti dan ada yang supporting. Namun bisa digabungkan bersama-sama,” kata Dharma.

Agung Pamungkas perwakilan Tik Tok Pte Ltd mengatakan, Tik Tok adalah aplikasi video berbasis ponsel kini memiliki pasar sebanyak 1,65 miliar orang di 150 negara dengan layanan
75 bahasa. “Sebagai perusahaan global Tik tok siap berperan aktif dalam mengembangkan UKM melalui berbagai pembinaan dan pelatihan,” ucapnya.

Sementara Yacinta perwakilan GIZ mengatakan GIZ menjembatani pemasaran produk
di kawasan regional ASEAN dengan keanggotaan saat ini berjumlah 10 negara.

“Kami memberikan ruang bagi UKM Indonesia dan 9 negara lain untuk melakukan perdagangan mulai dari promosi sampai distribusi yang bisa bantu UKM masuk pasar ASEAN. Beberapa aktivitas lain adalah virtual business matching dan mengkurasi UKM yang potensial maupun siap ekspor,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top