Inspiratif

Kisah Inspiratif, Tunanetra Asal Sambas Ukir Prestasi Hingga Tingkat Nasional

Lindawati (29) Qoriah tunanetra ssal Kabupaten Sambas yang berprestasi di tingkat Nasional/Foto:dok.Tribun

Sambas, Gempita.co – Bagi Lindawati (29), keterbatasan fisik sebagai penyandang tunanetra tidak menyurutkan semangatnya meraih prestasi dalam ajang Tilawah Al-Quran, hingga tingkat nasional.

Wanita asal Desa Tengguli, Kecamatan Sajad ini, berhasil meraih prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

Linda begitu dirinya biasa dipanggil, sejak kecil memang sudah membulatkan tekadnya untuk belajar mengaji. Niatan tersebut juga mendapat restu dan mendapat dorongan orang tua dan guru ngaji.

Dia pun mengungkapkan, jika dia sudah giat belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an sejak dia berusia 14 tahun.

“Saya belajar Al-Qur’an dan menghafal mulai dari umur 14 tahun. Saya lebih giat lagi setelah mendapatkan dorongan dari guru ngaji, orang tua dan hati saya pun mendukung,” ujarnya dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (17/2/2021).

“Karena memang itu merupakan salah satu hal yang bisa di coba dan di pelajari,” sambungnya.

Karena keterbatasan yang dimiliki, jelasnya, mulanya menghafal Al-Qur’an dengan metode mendengarkan rekaman dan selanjutnya berguru.

Berbekal tekad yang kuat dirinya dan sering mengikuti berbagai lomba tilawah Al-Quran baik tingkat Kabupaten, Provinsi bahkan tingkat Nasional. Ia tetap istiqamah belajar dan menghafal Al-Quran.

“Untuk tingkat nasional saya pernah mengikuti lomba ke Bengkulu, Ambon, Batam, Lombok dan medan. Alhamdulillah mendapatkan juara 3 di Batam pada tahun 2014 untuk kategori cacat netra putri,” tuturnya.

Perjuangan

Sampai sekarang, lanjutnya, sudah kurang lebih 14 piala yang telah dirinya raih. Dengan prestasi tersebut, ia tidak dengan mudah meraihnya dikarenakan tidak dapat melihat seperti kebanyakan orang pada umumnya.

“Karenanya memang sangat membutuhkan   pengorbanan dan perjuangan keras,” tuturnya.

“Jika pun ada gagal jangan jadikan itu sebagai penghalang untuk belajar, kata dia siapapun itu harus tetap belajar. Jangan kita jadikan itu sebagai pelemah semangat, kita jadikan itu sebagai motivasi untuk kita belajar lebih giat kedepannya,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top