Olahraga

Klub Baru Tujuan Egy Maulana Vikri Terjawab, Si Messi Indonesia Bantah Main di Liga 1 atau Liga 2

Gempita.co- Bintang muda Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dipastikan tidak akan memperkuat tim-tim Liga 1 atau Liga 2 di kompetisi sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, Egy Maulana Vikri santer dikaitkan dengan sejumlah klub Liga Indonesia.

Hal ini tak terlepas dari tidak diperpanjangnya kontrak Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk.

Klub Liga 1 yang paling santer dikaitkan dengan ‘Si Messi Indonesia’ itu, yakni Persija Jakarta, bahkan Egy telah mengikuti akun instagram Persija Jakarta.

Kendati demikian, tidak hanya Persija Jakarta saja yang diikuti Egy Maulana Vikri di media sosial, tetapi juga Bali United.

Selain Persija Jakarta, terdapat tim Liga 2 yang juga dikaitkan dengan pemuda asal Medan itu, yakni Persis Solo yang pimpin oleh putra Presiden Joko Widodo/Jokowi, Kaesang Pengarep.

Namun, rumor tersebut terbatahkan dengan aktivitas Egy Maulana Vikri yang tengah mengurus dokumen terkait kelengkapan berangkat ke luar negeri.

Ya, penyerang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, dipastikan akan tetap melanjutkan kariernya di luar negeri musim depan.

Teka-teki mengenai masa depan Egy Maulana Vikri kini mulai terjawab.

Seperti diketahui, Egy Maulana Vikri sebelumnya memutuskan untuk berpisah dengan Lechia Gdansk.

Berpisah dengan Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri pun langsung menjadi rebutan sejumlah klub.

Sejumlah klub Liga 1 dikabarkan berminat untuk merekrut Egy musim ini.

Persija Jakarta digadang-gadang sebagai salah satu klub yang tertarik dengan Egy.

Rumor ini pun semakin kencang karena Egy tak kunjung mengumumkan klub barunya.

Namun, rumor tersebut langsung ditepis oleh agen Egy, Dusan Bogdanovic.

Dusan Bogdanovic memastikan kliennya akan tetap bermain di luar negeri musim depan.

Akan tetapi, Dusan masih enggan membeberkan klub mana yang akan jadi pelabuhan baru Egy.

Pria asal 42 tahun itu pun menjelaskan alasan mengapa Egy tak kunjung bergabung dengan klub barunya.

Dusan menyebut Egy harus lebih dulu menjalani vaksinasi dosis kedua sebelum pergi.

Saat ini sendiri Dusan mengatakan bahwa Egy sudah menjalani vaksin.

“Mereka (Egy dan Witan Sulaeman) sudah vaksin kedua dan kami sedang berjuang supaya semua protokolnya selesai,” kata Dusan seperti dilansir dari Bolanas.com, Jumat (6/8/2021).

Sebelum berangkat ke luar negeri, Egy dijadwalkan akan lebih dulu ke Jakarta untuk mengurus visa.

Dusan mengatakan proses keberangkatan Egy sedikit terhambat karena pandemi Covid-19.

Agen asal Serbia itu pun meminta masyarakat untuk bersabar.

“Kami sedang menunggu jadwal kedubes masing-masing negara tujuan karena jam operasional sekarang belum normal,” ungkap Dusan.

“Semua serba terbatas dan perlu proses.”

“Semoga semuanya lancar dan mereka bisa berangkat ke negara masing-masing,” pungkasnya.

Publik sepak bola Indonesia banyak yang berharap agar Egy Maulana Vikri dapat kembali meniti karier di luar negeri, terutama di tanah Eropa.

Kendati demikian, hingga kini publik dibuat bertanya-tanya mengenai kemanakah Egy Maulana Vikri akan berlabuh.

Setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Lechia Gdanks, publik melarang Egy Maulana Vikri melanjutkan kariernya di Liga Indonesia.

Ya, nama Egy Maulana Vikri sudah sangat tidak asing bagi publik Indonesia.

Jauh sebelum Egy melakukan lompatan besar dengan berkarier di Eropa, Egy memang sudah dikenal sebagai pesepakbola yang memiliki skill komplit.

Hal itu pun dibuktikan Egy Maulana Vikri dengan sejumlah torehan prestasi, baik gelar pribadi, maupun keseblasan yang dibelanya.

Lalu, bagaimana perjalanan karier Egy Maulana Vikri, hingga akhirnya dapat berkarier di luar negeri, terutama di Eropa yang merupakan impian sebagian besar pesepakbola.

Bermain di Eropa bersama Lechia menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Egy.

Egy Maulana Vikri lahir di Medan pada 7 Juli 2000 dari pasangan Syarifuddin dan Aspiyah.

Darah sepak bola dalam diri Egy “Si Messi Indonesia” mengalir dari sang ayah, Syarifuddin, yang juga merupakan mantan pemain.

Syarifuddin tercatat pernah bermain di klub lokal Medan, PS Tirtanadi, pada 1987.

PS Tirtanadi pada saat itu berlaga di kompetisi internal PSMS Medan.

Adapun, posisi Syarifuddin adalah seorang striker.

Egy mengakui bahwa ia belajar bermain sepak bola dari sang ayah.

“Awalnya main bola itu dari orang tua karena orang tua mantan pemain sepak bola, jadi saya ikut. Terus kakak juga bermain sepak bola,” ungkap Egy, dikutip dari BolaSport.com.

“Dari kecil sebelum bisa berjalan sudah suka memegang bola. Kadang diomeli orang tua karena main bola dari pagi sampai magrib (sore) tidak berhenti-berhenti,” imbuhnya.

Egy menuturkan, ia dulu masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dilatih sang ayah yaitu SSB Tasbi hingga mengikuti kompetisi di Medan.

“Pertama langsung masuk SSB dilatih bapak juga karena bapak punya klub. Sebelum SSB, saya latihan di rumah, setelah itu masuk SSB di Medan. Di sana saya mengikuti beberapa kompetisi di Medan,” tutur Egy.

Setelah belajar bermain sepak bola di SSB Tasbi dari 2005 hingga 2012, Egy Maulana Vikri kemudian masuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan pada 2013.

“Setelah itu di SKO Ragunan. Di SKO Ragunan itu dulu ada Pak Bagja (Subagja Suihan) dan coach Indra (Sjafri) yang pertama kali membawa saya ke Jakarta,” ujar Egy.

Di SKO Ragunan, Egy harus menjalani seleksi dan latihan selama beberapa minggu sebelum akhirnya diterima.

Ia masuk SKO Ragunan pada 2013.

Pada tahun 2016, Egy mampu membawa Indonesia yang diwakili oleh ASIOP Apacinti juara Gothia Cup, di Swedia.

Bahkan, ia sukses menyabet gelar Pemain Terbaik.

Kemudian pada 2016, Egy sukses membawa Persab Brebes menjadi juara Piala Soeratin.

Pada kompetisi usia muda tersebut, Egy dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dan meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Pada 2017, Egy Maulana Vikri memperkuat Timnas U-19 Indonesia berlaga di Turnamen Toulon.

Pada turnamen itu, Egy menerima penghargaan bergengsi Jouer Revelation Trophee yang juga pernah diraih oleh Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane.

Pada tahun yang sama, Egy menjadi top scorer Piala AFF U-19 dengan koleksi delapan gol bagi Timnas U-19 Indonesia.

Egy Maulana Vikri kemudian mewujudkan mimpinya bermain di Eropa setelah ia direkrut oleh klub teratas Liga Polandia, Lechia Gdansk, pada Maret 2018.

“Saya sangat bangga bisa berada di sini. Ini bagai mimpi bagi saya bisa bermain di Eropa,” kata Egy usai resmi menjadi pemain Lechia.

“Semoga saya bisa memberikan yang terbaik bagi tim ini. Semoga saya bisa sukses dengan tim ini,” ucap Egy menambahkan.

Egy melakoni debut bersama tim utama Lechia Gdansk pada 22 Desember 2018 ketika ia menjadi pemain pengganti dalam laga kontra Gornik Zabrze.

Bersama Lechia Gdansk, Egy ikut merasakan gelar Piala Polandia dan Piala Super Polandia.

Pada pertandingan Piala Super Polandia 2019 melawan Piast Gliwice, Egy masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir laga.

– Nama lengkap: Egy Maulana Vikri

– Tempat, tanggal lahir: Medan, 7 Jui 2000

– Kewarganegaraan: Indonesia

– Tinggi badan: 168 cm

– Posisi: Gelandang serang/Sayap

– Kaki dominan: Kiri

– Karier klub:

* 2005-2012 – SSB Tasbi

* 2013-2018 – SKO Ragunan

* 2018-2021 – Lechia Gdansk

– Karier Timnas:

* 2014-2015 – Indonesia U-16

* 2017-2018 – Indonesia U-19

* 2017 – Indonesia U-23

* 2017-sekarang – Indonesia. (*)

Lihat artikel asli

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top