Ekonomi

Kominfo: 58 Persen Penduduk Indonesia Telah Melakukan Transaksi Digital

Gempita
ilustrasi/istimewa

Jakarta, Gempita.co – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, strategi penanganan pandemi khususnya untuk segmen UMKM telah menunjukkan hasil positif.

“Tercatat, 84 persen UMKM berhasil kembali beraktivitas,” ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Menkominfo menyebut, sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terpukul ditengah pandemi. Lesunya dunia UMKM sangat berdampak besar karena segmen ini memiliki serapan tenaga kerja dan investasi cukup tinggi.

UMKM yang saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta disebutkan mampu menghimpun 60,42 persen dari total investasi di tanah air.

Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah secara khusus mengalokasikan anggaran Rp162,40 triliun untuk menolong sektor UMKM. Anggaran ini disalurkan dalam berbagai program.

Seperti Subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), penempatan dana pemerintah diperbankan yang disalurkan dalam bentuk pembiayaan, Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) PKL dan warung.

“Dari anggaran tersebut, per Jumat (1/10/2021) lalu telah terealisasi 42,1 persen dari pagu, atau sejumlah Rp68,43 triliun,” kata Johnny.

Dia juga mendorong agar pelaku UMKM untuk berpindah ke pasar online lewat berbagai platform jual beli yang tersedia. Ruang digital yang bisa diakses oleh setiap orang di banyak tempat, memungkinkan UMKM bertahan di masa sulit seperti saat ini.

“Digitalisasi UMKM harus terus ditingkatkan mengingat 58 persen penduduk Indonesia telah melakukan transaksi secara digital dengan nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Johnny.

Terkait pemberdayaan UMKM, Johnny menjelaskan, Kominfo melakukan pelatihan ekosistem digital juga dilakukan bagi 1.000 pelaku UMKM di lima Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan Kabupaten penerima infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.

Kemudian, Kominfo juga melakukan pendampingan terhadap UMKM untuk go digitaldengan memanfaatkan teknologi yang telah tersedia.

“Pemerintah mendorong kolaborasi lintas pihak melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia dan gerakan Bangga Berwisata di Indonesia,” tandasnya seperti dilansir Dari laman RRI.co.id.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top