Megapolitan

Longsor Mengancam Jakarta! Begini Penjelasan BPBD DKI Jakarta

ilustrasi/istimewa

Jakarta, Gempita.co – Potensi longsor di sejumlah wilayah akibat curah hujan tinggi di DKI Jakarta, warga diminta waspada.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Mustajab menagatakan, memang sejauh ini belum menemukan daerah mengalami longsor saat curah hujan tinggi.

“Sampai detik ini belum, ya. Semoga jangan terjadi longsor. Saya sudah sampaikan ke lurah dan camat, kalau sepanjang lereng di Setu, Ciliwung, dan di Lenggong ini rawan longsor,” kata Mustajab dilansir dari laman Republika, Jumat (29/10/2021).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui akun resmi Instagram memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi mengalami pergerakan tanah di Jakarta Selatan.

“Sebanyak delapan kecamatan Jakarta Selatan menjadi kawasan yang berpotensi mengalami pergeseran tanah menengah paling banyak. Antara lain adalah wilayah Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, dan Kebayoran Lama,” bunyi keterangan BPBD DKI Jakarta dilansir dari akun Instagram @bpbddkijakarta, Rabu (27/10/2021).

Selanjutnya, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

“Pada zona menengah, wilayah tersebut diprediksi mengalami pergeseran tanah jika curah hujan di atas normal, secara khusus daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng. Hal itu berdasarkan informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah,” lanjut keterangan BPBD DKI Jakarta.

Bahkan, BPBD DKI Jakarta juga mencatat, pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,

“Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” kata BPBD DKI Jakarta.

Karena itu, para aparat pemerintahan mulai dari lurah, camat hingga masyarakat dihimbau untuk mengantisipasi pergerakan tanah imbas curah hujan tinggi.

“Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” kata BPBD DKI Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top