News

Makin Jinak, Hari Ini Indonesia Catat 7.797 Kasus Covid-19

Gempita.co- Kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai, yang terpantau pada kasus harian, kasus aktif, hingga kasus kematian. Sementara itu, tingkat kesembuhan juga tercatat masih tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (3/9/2021), Kasus baru virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali bertambah 7.797 pasien, menurun dibandingkan kemarin 8.955 pasien. Jumlah kasus baru tersebut membuat akumulasi kasus positif menjadi 4.116 juta orang.

Kabar baiknya, pada hari ini kasus kesembuhan kembali bertambah 15.544 orang sehingga totalnya menjadi 3,813 juta orang. Sementara itu, kasus kematian bertambah 574 orang sehingga totalnya menjadi 134.930 orang.

Dengan pertambahan yang terjadi pada hari ini maka kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 168.317, menurun dibandingkan kemarin 176.638 kasus.

Meskipun kasus melandai, namun masyarakat diminta terus waspada akan potensi penularan Covid-19, terutama varian Delta.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan varian delta (B.1617) menjadi mutasi virus yang paling banyak ditemukan di Indonesia, dibandingkan varian lainnya. Pemerintah menemukan ada 2.240 varian delta yang ditemukan dari hasil sequencing dari penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sementara sisanya adalah varian Alfa dan Beta, masing-masing sebanyak 64 dan 17.

“Dinamika varian virus Covid-19 menjadi tantangan selama 2 tahun, dan WHO telah membagi hasil mutasi menjadi 2 yaitu Varian of concern dan varian of interest atau varian yang diamati. Dari yang pertama ditemukan di Wuhan, China, sampai hari ini ada 3 dari 4 jenis VoC di Indonesia berdasarkan hasil 2.331 sequence yakni alfa, beta, dan delta,” kata Wiku, Kamis (2/9/2021).

Dia menambahkan, vaksin yang dikembangkan saat ini kebanyakan menggunakan virus asli, sehingga munculnya varian baru berpotensi menurunkan angka efikasi yang telah dikeluarkan.

“Meski menurun, masyarakat tidak perlu khawatir akan kemampuan vaksin khususnya pada 5 jenis vaksin yang digunakan. Standar vaksin dengan kekebalan yang baik memiliki efikasi di atas 50%,” tambahnya.

Pemerintah juga mengamati masuknya mutasi baru varian Mu yang ditemukan di Kolombia. Wiku mengatakan, varian ini persebarannya sudah ditemukan di Amerika Selatan dan Eropa. Varian ini dimasukkan dalam varian dalam pemantauan, untuk menentukan apakah varian ini lebih menular dibandingkan virus aslinya.

“Meski sekarang situasi terlihat normal, sekarang pembukaan kegiatan ekonomi sosial telah perlahan dilakukan pemerintah. Di samping itu pemerintah melakukan pengawasan dalam dan luar negeri untuk mencegah adanya imported case,” kata Wiku.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top