Olahraga

Mal dan Sinema Dibuka, Nadiem: Sudah Saatnya Sekolah Lakukan Tatap Muka

Gempita.co-Nadiem menyatakan sekolah menjadi tempat terakhir dibuka, sementara mal dan pusat perbelanjaan sudah lebih dulu.

Dream – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menyatakan sekolah akan diizinkan menyediakan pembelajaran tatap muka sebentar lagi. Hal ini diberlakukan khusus untuk sekolah di zona hijau dan kuning, tidak untuk zona merah dan oranye.

Menurut Nadiem, sekolah menjadi tempat terakhir yang dibuka. Padahal tempat lain seperti mal dan pusat perbelanjaan sudah dibuka terlebih dahulu.

“Kenyataannya adalah mal, sinema dan semua tempat kerja sudah dibuka untuk tatap muka. Jadi sudah saatnya sekolah-sekolah kita melakukan tatap muka terbatas,” ujar Nadiem.

Nadiem juga mengatakan pada dasarnya pilihan pembelajaran tatap muka terbatas sudah dimulai sejak Januari 2021. Tetapi, orangtua murid sendiri diberikan kebebasan untuk menentukan apakah anaknya sekolah secara tatap muka atau jarak jauh.

Bahkan sebelum vaksinasi yang saat ini tengah berjalan, sekolah tatap muka sudah diperbolehkan. Tetapi pada saat sudah selesai divaksinasi itu, kewajiban sekolah untuk mengajukan opsi tatap muka terbatas.

Untuk meyakinkan masyarakat, Nadiem menjelaskan jika 28 persen tenaga pendidik di Indonesia sudah menerima vaksin Covid-19.

“Pada saat ini, ini angka yang menurut saya cukup luar biasa. Bahwa walaupun dengan situasi dunia, dengan masalah pasokan vaksin yang sering terhambat, dengan faktor-faktor di luar kontrol kita, kita masih berhasil vaksinasi 28% dari 5,6 juta pendidik dan tenaga pendidik di Indonesia dalam waktu lumayan singkat dengan begitu banyaknya supply shock international dengan vaksin,” katanya Nadiem.

Beberapa daerah yang tenaga pendidiknya sudah disuntik vaksin. Di antaranya DKI Jakarta yang mencapai 80 persen, Yogyakarta mencapai 75 persen, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 35 persen

Wagub DKI: Cuma 30 Persen Orangtua Setuju Anak Belajar Tatap Muka

Dream – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau uji coba sekolah tatap muka di SMKN 2 Jakarta, Jalan Batu III Nomor 3, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu 7 April 2021.

Saat ini sebanyak 85 sekolah yang tersebar di lima kota administrasi dan kabupaten melakukan ujicoba sekolah online dan offline.

” Alhamdulillah berjalan dengan baik semua, fasilitas pendukung mulai dari cuci tangan, kemudian ruang ganti, toilet, sabun,” kata Riza di SMKN 2 Jakarta.

Lanjut dia, disinfektan juga dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan belajar tatap muka. Selain itu para guru ataupun tenaga pendidik juga telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

” Kegiatan ini sangat baik, ternyata cukup mendapat antusias dari anak-anak, sekalipun memang menurut data besarnya masih 20-30 persen siswa yang diizinkan oleh orangtua,” papar dia.

Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dimulai, Waktu Belajar Cuma 3-4 Jam

Dream – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggelar uji coba belajar tatap muka mulai hari ini, Rabu, 7 April 2021 hingga 29 April 2021. Sebanyak 85 sekolah dari seluruh jenjang pendidikan masuk dalam daftar uji coba.

Ke-85 sekolah tersebut tersebar di enam kabupaten/kota dengan rincian satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat, dan enam sekolah di Jakarta Utara.

Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja mengatakan, awalnya ada 100 sekolah yang akan ikut uji coba pembelajaran tatap muka. Namun, berdasarkan kriteria dan penilaian pihaknya yang lolos hanya 85 sekolah.

” Dari 100 itu sisanya 85 sekolah, piloting SD, SMP, SMA, SMK,” kata Taga dikutip dari Liputan6.com, Rabu 7 April 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memberikan gambaran belajar tatap muka di Jakarta akan berlangsung seminggu sekali untuk satu jenjang kelas tertentu.

” Durasi belajar terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari,” kata Nahdiana dikutip dari merdeka.com, Rabu 7 April 2021.

Jumlah peserta didik yang ikut dalam belajar tatap muka maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antar peserta didik. Sedangkan untuk materi pembelajaran juga dibatasi.

” Yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka,” ucapnya.

Lebih lanjut Nahdiana menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan rencana pembelajaran tersebut. Berbagai rekomendasi pun telah diterima demi menjamin kesehatan dan keselamatan peserta didik.

” Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan satuan pendidikan di semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Prioritas kita semua adalah kesehatan dan keamanan peserta didik. Tentunya seluruh persiapan akan didiskusikan terlebih dahulu dan dimatangkan sebelum dilaksanakan,” katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku terdapat sejumlah orang tua murid yang masih ragu dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

” Jadi kita kembalikan kepada orang tua mana yang bersedia mana yang tidak. Kita tidak memaksakan,” kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa 6 April 2021.

Riza menyatakan hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan bentuk kekhawatiran orang tua terkait penyebaran Covid-19.

” Tentu hak orang tua mengizinkan atau tidak. Untuk itu semua keputusan kami juga mendengarkan dari para orang tua,” jelas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top