Sekilas Info

Manfaatkan Lahan Kosong, KKP Ajak Masyarakat Budidaya Perikanan

Foto: dok.Humas BRSDM

Sidoarjo, Gempita.co - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), mengajak masyarakat memanfaatkan tanah kosong yang tidak terpakai untuk dijadikan lahan usaha di bidang perikanan budidaya.

Demikian disampaikan Kepala BRSDM Sjarief Widjaja pada kegiatan panen udang vaname di Tambak Udang dan Pusat Studi Mangrove Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (9/10/20).

Ia mengatakan, satuan kerja BRSDM, termasuk Politeknik KP Sidoarjo, merupakan milik masyarakat, sehingga harus menghasilkan manfaat bagi masyarakat yang sebesar-besarnya. Panen udang kali ini merupakan salah satu contohnya.

Politeknik KP Sidoarjo dan satuan Pendidikan KKP lainnya, lanjut Sjarief, mendidik tarunanya untuk mejadi wirausaha. Dengan program vokasi dan pendekatan Teaching Factory (TEFA). Para peserta didik mendapatkan porsi praktik yang lebih besar, yaitu 70% dan teori 30%, sehingga diharapkan para lulusan menjadi wirausaha yang kompeten.

Foto: dok.Humas BRSDM

Ke depannya, diharapkan pihaknya dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, melalui satuan-satuan pendidikan tersebut, untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, kerja sama dilakukan dalam wirausaha budidaya perikanan.

“Saya usul dalam waktu dekat kita bikin rencana aksi, jika ada tanah-tanah yang belum termanfaatkan mohon disampaikan ke Pak Kadis (Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan) dan ke kami, untuk dikelola masyarakat. Untuk siklus pertama bisa di tempat kami, supaya belajar dulu. Siklus kedua di lahan-lahan idle tadi. Dananya sudah ada dari LPUMKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan),” tuturnya.

Dana tersebut berupa pinjaman dengan bunga sebesar 3%. Karena berupa pinjaman, para pelaku usaha ia harapkan terpacu semangatnya untuk berhasil, agar bisa membayar pinjaman tersebut tepat waktu.

Tak hanya masyarakat, penyuluh perikanan pun ia ajak untuk berwirausaha. Penyuluh diharapkan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam usaha budidaya perikanan.

“Para penyuluh saya minta harus berkarya. Kalau anda menyuluh ke masyarakat cara berbudidaya, apakah kira-kira masyarakat percaya? Kalau mereka tanya mana buktinya? Bapak/Ibu kerja apa untuk budidaya? Tunjukkanlah pada mereka usaha budidaya yang berhasil. Siap?” tanya Sjarief, yang dijawab siap dan tepuk tangan meriah para penyuluh.

“Benar ya sanggup. Ada berapa petak Anda siap? Saya sampaikan paling tidak 2.000 meter. Kerja sama dengan masyarakat. Segera ajukan ke Bu Kapus (Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan) bikin demplon. Kalau Anda sukses, sampaikanlah ke masyarakat hasil kerja Anda,” lanjut Sjarief.

Foto: dok.Humas BRSDM

Selain itu, ia juga mengajak TNI dan Polri bekerja sama dalam mewujudkan usaha budidaya tersebut, yang pada kesempatan tersebut hadir Komandan Rayon Militer dan Kepala Kepolisian Sektor setempat. Sinergi tersebut bukanlah untuk pertama kalinya. Sebagai contoh, pada tahun 2013 dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara KKP dengan TNI Angkatan Darat (AD) serta Kesepakatan Kerja Sama antara BRSDM (waktu itu bernama Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan) dengan TNI AD.

Sjarief merasa optimis sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi dan peluang yang sangat besar. Ia memaparkan data penduduk Indonesia sekitar 260 juta orang, dengan tingkat konsumsi ikan 51 kg per orang per tahun, sehingga diperlukan 13 juta ton ikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri per tahunnya.

Sementara itu, disampaikan Direktur Politeknik KP Sidoarjo Muhammad Hery Riyadi Alauddin, kegiatan panen udang ini sebagai bentuk nyata hasil kegiatan praktek produksi taruna dengan konsep pembelajaran melalui Pendekatan TEFA. Kegiatan panen ini menghasilkan 5 ton udang dengan ukuran 47 ekor/kg. Target produksi sampai Akhir Pemeliharaan sebenyak 15 ton dengan Size 20 ekor/kg dari Tambak Udang Plastik (BATIK) ukuran 5.000 m2 dan sebanyak 800 kg dari Modul Budidaya dalam Irigasi Plastik (GATIK) ukuran 100 m2.

Foto: dok.Humas BRSDM

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi edukasi serta percontohan sekaligus pemicu semangat bagi masyarakat. Para pelaku usaha perikanan dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi lahan untuk kegiatan budidaya udang yang produktif berbasis ramah lingkungan. Hal ini merupakan wujud peran aktif dalam upaya mendukung kebijakan KKP untuk peningkatan produksi budidaya udang.

Selain itu, pengembangan wisata edukasi perikanan ramah lingkungan yang terintegrasi dengan kegiatan budidaya tambak di dalam Kawasan Unit Praktek TEFA dan Pusat Studi Mangrove, diharapkan memiliki multiplyer effect kepada perkembangan ekonomi masyarakat.

Penulis: Redaksi
Sumber: Humas BRSDM

Baca Juga