Napi Lapas Cipinang Mengaku Beli “Tiket” Asimilasi Corona, Berikut Penelusurannya

Ilustrasi Napi

Jakarta, Gempita.co-Pembebasan narapidana (Napi) dengan program asimilasi dan integrasi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) diduga dimanfaatkan oleh oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Hal ini diungkap oleh seorang napi yang saat ini sudah bebas lewat program asimilasi. Dia mengaku harus membayar jutaan untuk mendapatkan “tiket” tersebut.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Menurut napi berinial A, (37), dirinya mengaku diminta uang Rp 5 juta oleh oknum petugas demi bisa dapat “tiket” asimilasi.

“Kalau enggak bayar enggak bakalan keluarlah. Istilahnya ini ‘tiket’ makanya harganya lumayan. Dikasihnya lewat napi lain sih, kepercayaan petugas lah,” kata A, dilansir dari Tribun Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Menurut dia, bukan hanya dirinya saja yang ditawari bebas dengan persyaratan menyetorkan uang. Sejumlah napi lain pun yang secara persyaratan sudah memenuhi syarat dapat asimilasi ditawari bila ingin bebas.

“Saya minta ke keluarga di luar biar kirim uangnya. Kalau uangnya sudah masuk baru kita dipanggil untuk proses pembebasan,” ungkap A yang dihukum karena kasus penganiayaan.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali