Megapolitan

Pilkada Tangsel, Hanya Modal 32 Persen, Benyamin Davnie Bisa Amsiong

Tangsel, Gempita.co-Benyamin Davnie ternyata tidak sekuat yang dibayangkan. Wakil Wali Kota Tangserang Selatan (Tangsel) ini hanya bermodal 32 persen.

Dengan modal di bawah 40 persen tentunya Benyamin tidaklah sekuat yang dibayangkan. Sebagai incumbent, harusnya tingkat popularitas atau elektabilitas calon yang bakal diusung Golkar di Pilkada Tangsel itu di atas 50 persen.

Di Pilkada 2020, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut ada sekitar 70 persen petahana yang akan bertarung dari 270 daerah penyelenggara Pilkada. Sementara dari hasil kajian pilkada serentak darin 2015,

Dalam tiga gelombang pilkada serentak terakhir yaitu pilkada 2015, 2017 dan 2018, presentase kegagalan calon kepala daerah berstatus petahana selalu bertengger di angka 30 persen.

Diketahui, modal kemenangan para petahana itu dipengaruhi beberapa faktor. Pertama adalah karena masyarakat merasa puas atas kinerja kepemmpinannya selama menjabat. Kedua, pasangan petahana itu sudah lebih dikenal oleh masyarakat, artinya mereka sudah punya modal awal yaitu popularitas.

Faktor ketiga adalah pasangan petahana dianggap telah menguasai dan mampu menjangkau semua segmen pemilih. Faktor yang keempat pasangan petahana mampu menggerakan tokoh informal maupun formal seperti orang birokrasi.

Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) menyebut Benyamin Davnie memiliki nilai presentase sebesar 32,9 persen. Posisi Benyamin disusul oleh Muhammad dengan 25 persen dan Siti Nur Azizah memiliki presentase 21,5 persen

Elektabilitas para calon kepala daerah Pilkada Tangsel itu jika responden tidak dihadapkan dengan golput. Kata Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul, diposisi wakil yang memperoleh peringkat tertinggi adalah Ruhamaben dengan 6,5 persen, disusul Pilar Saga Ichsan 4,6 persen, dan kemudian Rahayu Saraswati 1,2 persen.

“Ini menunjukan bahwa Benyamin Davnie berkepentingan memperkecil angka golput untuk memperbesar peluang menangnya. Namun sebaliknya Siti Nur Azizah berkepentingan memperbesar angka golput guna meningkatkan peluang kemenangannya. Ini menjadi tolak ukur kita dalam melihat pola-pola kampanye para calon-calon ini nantinya,” kata Adib Miftahul, Rabu (5/8).

Survei KPN dilakukan pada 17-24 Juli 2020. Survei tersebut mengunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 440 orang, sampling of error 4,8% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top