News

Polisi Tempel Stiker di Rumah Warga Belum Divaksin, Epidemiolog UI: Tidak Bijak

Gempita.co- Aparat kepolisian bakal tempel stiker pada rumah warga yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 sehingga bisa teridentifikasi.

Rencana tersebut hendak dilakukan di Wilayah DKI Jakarta dalam upaya menggenjot vaksinasi mencapai 100 persen. Langkah tersebut dilakukan melalui gerakan Vaksinasi Merdeka.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya hingga saat ini ada sekitar 300 ribu warga DKI yang belum divaksin. Selain memaksimalkan gerai Vaksinasi Merdeka, Polda Metro juga akan melakukan vaksinasi door to door.

“Kami rencanakan juga di akhir kita lakukan vaksinasi door to door untuk Jakarta. Kami sudah lakukan kegiatan menjemput ada gerai. Untuk mendekati hari akhir nanti kita lakukan kegiatan door to door,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam jumpa pers secara virtual, Rabu, 11 Agustus 2021.

Disebutkan, konsep door to door ini pendataannya dari setiap RT dan RW karena lebih mengenal warga yang sudah dan belum divaksin. Sebagai penanda, nantinya rumah warga yang belum divaksin akan ditempeli stiker.

“Saya ambil contoh satu rumah ada lima orang, pak RW tahu ini berapa divaksin ditempel stiker di depannya (rumah). Misalnya 3 yang sudah divaksin, yang dua belum namanya A dan B. Kemudian itu yang ditempel nanti setelah itu dilaporkan kepada gerai terdekat nanti kami lah yang turun ke lapangan langsung mengawasi teman-teman relawan bersama RT-RW untuk mendatangi langsung rumahnya door to door ke sana,” kata Yusri.

Ia berharap, vaksinasi bisa berjalan optimal dan pada 17 Agustus nanti sudah 100 persen warga Jakarta menerima vaksin.

“Harapan kita tanggal 17 nanti mendekati 100 persen bahkan kalau boleh 100 persen warga Jakarta,” pungkasnya.

Rencana tersebut langsung mendapat respons miring dari epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono. Melalui akun Twitter @drpriono1, Kamis, 12 Agustus 2021, lulusan Universitas California Los Angeles (UCLA), menyatakan ketidaksepakatannya.

“Cara menandai dengan stiker itu cara yang tidak bijak dan cerdas. Perlu edukasi dan komunikasi ke publik tentang manfaat vaksinasi secara terus menerus,” ujarnya.

Ia berharap warga yang divaksin dilakukan atas kesadaran sendiri sehingga merasa bangga mendapatkan vaksin Covid-19.

“Ajak masyarakat untuk terpanggil dan merasa bangga sudah divaksinasi,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top