Sekilas Info

Pondok Kecil Satu Kamar Seharga Rp9 Miliar, Kok Mahal ?

Rumah Mini seharga Rp9 Miliar (Foto : Trade Me)
Rumah Mini seharga Rp9 Miliar (Foto : Trade Me)

Auckland, Gempita.co - Pembeli properti di Auckland, wilayah Selandia Baru, dibikin penasaran  iklan pejualan rumah kecil dengan satu kamar tidur seharga 900.000 dolar Selandia Baru atau sekitar Rp9 miliar.

Rumah ini menjalani proses lelang mulai 12 Agustus 2020. Ray White, perusahaan marketing properti yang menjual rumah ini, menyampaikan lelang itu akan jadi peluang bagus bagi para calon pembeli.

Jika anda sedang mencari rumah awal di pinggiran kota, maka pondok kecil ini mesti Anda kunjungi," demikian pernyataan perusahaan dilansir laman Stuff.

Apa yang Bikin Mahal?

Pondok kecil ini memiliki satu tempat tidur dan satu kamar mandi di atas tanah dengan status hak milik seluas 239 meter persegi. Berlokasi di alamat Jalan 32 Alexander St, pinggiran pusat Kota Kingsland.

Pondok ini memiliki lokasi strategis dari area sekitar seperti Ponsonby, Kingsland Village, dan Eden Park.

Pembeli dapat menikmati rumah dan taman cantik dari rumah ini sebagaimana adanya atau memperluas rumah mungil ini, yang memiliki luas area rumah 51 meter persegi.

Namun jika seseorang berminat untuk menyewanya, rumah tersebut sedang mengadakan penawaran sebesar Rp3,7 Juta perminggu hingga Januari 2021.

Banyak Orang Tertarik

Saat acara open house pada Sabtu lalu, sekitar tiga pasangan berkunjung, bersama dengan satu keluarga dan lima calon pembeli lainnya. Salah satu pasangan berkomentar bahwa rumah kecil itu terlihat sangat manis.

Setelah iklan tersebut dipasang sejak 23 Juli, rumah tersebut telah dikunjungi sebanyak 17.000 kali. Hal ini membuktikan jika banyak orang yang berminat dengan rumah mini tersebut.

Pondok kecil ini juga bukan yang pertama dijual Ray White. Pada bulan Januari lalu, Ray berhasil menjual tiga kamar tidur seharga lebih dari Rp25 Miliar. Sementara pada senin lalu, Ray telah menjual bangunan serupa dengan dua kamar tidur di wilayah Sandringham.

Penulis: Jeffry Sarafil
Sumber: Stuff.com

Baca Juga