Internasional

Rakyat Suriah Menolak Kehadiran Militer Turki

Foto: parstoday

Gempita.co – Kendaraan militer yang mengangkut pasukan Turki di Suriah, diserang sekelompok orang tak dikenal baru-baru ini.

Serangan yang dilakukan menggunakan mortir itu, terjadi di dekat desa Kfria, Provinsi Idlib, Suriah. Sampai sekarang informasi seputar jumlah korban tewas dan kerusakan fisik akibat serangan ini masih belum dipublikasikan.

Pada saat yang sama kelompok bersenjata dukungan Turki melancarkan serangan artileri ke desa Muallaq dan kamp militer Ayn Issa di sekitar Provinsi Raqqa, Suriah.

Masalah agresi militer Turki ke wilayah Suriah tanpa persetujuan pemerintah konstitusional Presiden Bashar Assad bukan masalah sederhana, dan tidak bisa disimpulkan dalam satu kalimat, apalagi pemerintah Turki sudah mengumumkan tekadnya untuk tidak keluar dari Suriah.

Sejak awal sudah diketahui bahwa kehadiran pasukan Turki di Suriah akan memicu banyak reaksi.

Militer Turki menduduki sejumlah wilayah di utara Suriah dengan dalih memerangi teroris, dan sampai sekarang pasukan negara itu masih berada di wilayah-wilayah itu.

Pengamat politik Timur Tengah dari Spanyol, Jose Antonio Egido dalam wawancara dengan Mehr News menjelaskan krisis di Idlib dan Suriah dari sudut pandang berbeda.

Ia mengatakan, kondisi di Provinsi Idlib yang diwarnai konflik bersenjata dan menewaskan sejumlah orang, serta memicu pertempuran pasukan dua negara bertetangga yaitu Turki dan Suriah, akan menyeret keduanya ke dalam perang serius.

Pada saat yang sama tidak diragukan bahwa penentangan terhadap invasi pasukan Turki di utara Suriah tidak hanya dilakukan oleh pasukan Suriah saja, rakyat negara ini juga ikut menolak, dan mereka menyerang militer Turki dengan berbagai media dan alat yang ada.

Kenyataannya, rakyat Suriah ingin mengatakan kepada pasukan Turki yang menduduki wilayahnya bahwa kalianlah yang membuat kami terlantar.

Secara umum dapat dikatakan, pasukan Turki yang tengah berhadapan dengan sejumlah masalah baru yaitu pendudukan Suriah dan Irak, serta terlibat dalam konflik di Kaukasus Selatan, sekarang tidak mungkin bisa berperang dalam beberapa medan tempur secara bersamaan.

Sekalipun para pejabat Turki mengklaim bahwa Ankara akan meraih kemenangan dalam pertempuran-pertempuran ini, namun sepertinya hampir tidak mungkin bagi negara itu untuk memenangkan perang di beberapa medan tempur sekaligus.

Sumber: parstoday

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top