Singapura Siap-siap Berlakukan Lockdown

Singapura, Gempita.co – Pemerintah Singapura akan menerapkan lockdown yang dimulai pada Minggu (16/5) hingga pertengahan Juni.

Hal ini dikarenakan terjadi penyebaran lokal Covid-19 termasuk dari mutasi corona baru beberapa pekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Media Singapura mengutip Kementerian Kesehatan negara ini melaporkan pembatasan meliputi aturan pertemuan tatap muka maksimal dua orang dan larangan makan di restoran. Seluruh aktivitas perkantoran pun dihentikan, dan warga Singapura akan kembali bekerja dari rumah.

Pihak berwenang Singapura akan meninjau kembali penerapan kebijakan tersebut setelah dua pekan untuk memutuskan jika aturan perlu disesuaikan.

Pemerintah Singapura pun berencana meningkatkan subsidi dukungan pekerjaan kepada perusahaan makanan dan minuman dan membebaskan biaya sewa selama sebulan untuk penyewa kios jajanan dan kedai kopi.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Singapura selama sepekan terakhir mengalami peningkatan dari 48 kasus menjadi 71 kasus dalam sepekan.

Pemerintah mengkhawatirkan peningkatan kasus yang penyebarannya tidak terdeteksi, yakni naik dari 7 kasus dalam sepekan pada minggu lalu, menjadi 15 kasus.

Meski jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan wabah di negara-negara lain, peningkatan tersebut dinilai sebagai kemunduran penanganan pandemi bagi Singapura.

Sejak Kamis (13/5) Pemerintah Singapura juga telah menutup terminal Bandara Changi yang menghubungkan pusat perbelanjaan Jewel untuk umum. Meski demikian, perjalanan udara masih beroperasi.

Bandara Internasional Changi merupakan salah satu sumber kelompok kasus Covid-19 terbesar di Singapura, yakni menyumbang 46 kasus terkonfirmasi sejauh ini.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa wisatawan telah menyebarkan virus terhadap staf bandara meskipun peraturan karantina di Singapura dilakukan dengan ketat.

Media Singapura melaporkan, dari 19 kasus baru terkait klaster bandara, sebagian besar adalah pekerja bandara. Mereka termasuk perempuan berusia 52 tahun yang bekerja di restoran cepat saji, seorang mahasiswi berusia 20 tahun.

Beberapa kasus baru yang dilaporkan pada Kamis (13/5) dikonfirmasi mengunjungi Terminal 3 Bandara Changi pada 6 Mei 2021.

Mereka ialah sopir pribadi berusia 44 tahun dan pengemudi ojek online. Seorang ibu rumah tangga berusia 44 tahun juga mengunjungi Terminal 3 dalam beberapa kesempatan.

The Strait Times melaporkan, karyawan Dewan Taman Nasional yang dites positif pada Sabtu (8/5) bersama istrinya yang kembali positif covid-19 pada Selasa (11/5) ditambah masuk ke klaster Bandara Changi.

Peningkatan kasus covid-19 di Singapura terkait Bandara Changi membuat Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) dan Changi Airport Group (CAG) memutuskan menutup bandara. Hal itu juga dilakukan untuk melakukan tes covid-19 kepada seluruh pekerja.

Seluruh gedung terminal penumpang Bandara Changi dan Bandara Jewel Changi ditutup dua minggu, mulai 13-26 Mei 2021. Jewel Changi akan ditutup sepenuhnya. Namun, beberapa staf dan wisatawan masih dapat mengakses gedung terminal.

CAAS dan CAG mengatakan akan terus meninjau, memantau, dan menyesuaikan langkah-langkah lanjutan apabila diperlukan, salah satunya adalah perpanjangan penutupan jika diperlukan.

Meskipun demikian, Bandara Changi tetap terbuka untuk perjalanan udara dalam periode tersebut. Penumpang juga dapat terus diturunkan dan dijemput di bandara ini.(PH)

Sumber: parstoday

Pos terkait