News

Sistim Bayar Tol Tanpa Berhenti Akan Segera Diberlakukan

Jakarta, Gempita.co – Sistem bayar tol tanpa berhenti atau multi lane free flow (MLFF) akan segera diberlakukan. Sistem MLFF ini memungkinkan transaksi pembayaran tol tanpa transaksi di pintu tol.

Ada tiga cara transaksi pada sistem MLFF. Tiga cara tersebut antara lain Electronic on board unit (E-OBU), On board unit (OBU), dan electronic route ticket.

E-OBU direkomendasikan bagi yang memiliki smartphone dan jarang bertukar kendaraan dengan orang lain. Setiap kendaraan yang hendak memasuki jalan tol harus sudah terdaftar dalam sistem, baik data kendaraan maupun pengguna. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi MLFF yang bisa diunduh dari ponsel.

Penggunanya bisa memilih metode pembayaran setelah melakukan registrasi. Sistem ini nantinya bisa terintegerasi dengan berbagai pembayaran. Setelah melakukan registrasi pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi E-OBU hanya dengan menekan tombol mulai. E-OBU akan mengirim sinyal GPS ke MLFF pusat. GPS akan mendeteksi lokasi kendaraan, serta memotong saldo secara otomatis.

Cara kedua adalah menggunakan OBU. Metode OBU direkomendasikan untuk kendaraan yang sering digunakan dengan pengemudi yang berbeda. Jika ingin menggunakan perangkat OBU, maka kamu bisa membeli OBU dan mendaftarkan kendaraan. OBU berfungsi dengan cara yang sama seperti E-OBU, yakni dengan mencatat penggunaan jalan tol berdasarkan GPS dan kamu akan membayar sesuai dengan tarifnya.

Cara pembayaran MLFF ketiga adalah electronic route ticket. Cara ini direkomendasikan bagi mereka yang jarang bepergian menggunakan tol. Setelah memilih titik masuk dan keluar, pengguna dapat membeli electronic route ticket sekali pakai di situs resmi atau aplikasi MLFF.

Untuk memastikan semua orang membayar tol, maka akan ada pengendalian khusus di seluruh jalan tol. Pertama ada gantry, portal tinggi berkaki tegak. Alat ini dilengkapi dengan kamera, dan perangkat lunak sehingga bisa mengidentifikasi data kendaraan yang lewat.

Gantry segera mengirim data ke sistem pusat MLFF, sistem akan secara otomatis memeriksa apakah mobil sudah terdaftar, apakah pengguna sudah membayar, serta memverifikasi apakah pengguna tersebut melanggar aturan jalan tol atau tidak.

Sistem MLFF juga akan tterintegerasi dengan kendaraan pemantau. Kendaraan pemantau tersebut akan ditempatkan secara acak di tol. Jika terdapat pelanggaran, sistem pusat MLFF akan mengirimkan informasi kepada pelanggar untuk membayar biaya tambahan.

Ia menjelaskan jika hal tersebut tidak dipenuhi, maka sistem pusat MLFF akan menginformasikan data pelanggaran kepada pihak yang berwenang untuk dapat melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku.

“Tahapan menuju penerapan MLFF ini dilakukan beberapa tahap, kita tidak akan langsung membuka seluruh gerbang tol, namun kita mencoba untuk tetap menggunakan gerbang-gerbang tol yang eksisting untuk digunakan sebagai transaksi free flow atau kita sebut Single Lane Free Flow (SLFF) untuk tahapan piloting-nya nanti,” ujar Kepala Subbidang Operasi dan Pemeliharaan I BPJT Galuh Permana Waluyo, dalam keterangannya.

Desember 2022

Ia mengatakan, targetnya MLFF diimplementasikan pada Desember 2022. Menurutnya, BPJT berharap penerapan bayar tol tanpa setop diimplementasikan secara keseluruhan paling lambat pada September 2023.

Rencananya, sistem transaksi tol tanpa setop berlaku secara bertahap. Implementasi sistem multi lane free flow akan dimulai di ruas-ruas tol sekitar kawasan Jabodetabek.

“Terkait berapa ruas tol yang akan diimplementasikan mungkin sampai saat ini kami masih melakukan exercise, cuma memang terdapat beberapa kriteria nanti yang akan kita terapkan tapi tentunya dengan mempertimbangkan beberapa hal. Kemungkinan pada tahap awal nanti kita akan coba lakukan yang paling mendekati kriteria adalah sekitar Jabodetabek,” jelas Galuh.(red/ant)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top