News

Tanda-tanda Wabah Berakhir Kian Nyata, Kasus Aktif Covid-19 di Boyolali Tinggal Satu Orang .

Boyolali, Gempita.co-Kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, selama tiga pekan terakhir ini terus menurun dan hingga Senin ini, tinggal satu orang.

Kasus aktif COVID-19 di Boyolali tinggal satu orang dan itu pun menjalani isolasi mandiri, sedangkan pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit juga kosong, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dokter Puji Astuti, di Boyolali, Senin.

Puji mengatakan menurunnya kasus aktif COVID-19 di Boyolali tercatat pekan 48 ada lima orang kemudian pekan 49 turun menjadi tiga orang dan pekan 50 saat ini, tinggal satu orang.

Warga yang sembuh dari COVID-19 terus bertambah kini menjadi 23.181 orang atau sekitar 94,3 persen dari akumulasi terkonfirmasi positif di Boyolali 24.592 orang. Sedangkan, angka kematian juga nihil sehingga tetap 1.410 orang atau sekitar 5,7 persen.

Boyolali kini masuk zona resiko rendah dengan skor indeks kesehatan masyarakat (IKM) COVID-19 yakni 2,45 dan masuk kriteria PPKM tingkat satu.

Kendati demikian, pihaknya terus mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan 5 M (Memakai maskes, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan). Apalagi pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2022 yang diperkirakan ada peningkatan aktivitas masyarakat.

Namun, pihaknya terus melaksanakan kegiatan gerebek vaksinasi kepada masyarakat ke desa-desa untuk membentuk kekebalan kelompok menjecegah penularan COVID-19.

Cakupan kegiatan vaksinasi di Boyolali hingga Senin ini, untuk dosis pertama sebanyak 738.772 sasaran atau sekitar 88,39 persen dari target 835.772 sasaran dan dosis kedua mencapai 656.485 sasaran atau skeitar 79,53 persen.

Bahkan, cakupan vaksinasi untul lansia di Boyolali mencapai dosis pertama 83.208 sasaran atau 75,17 persen dari target sebanyak 118.670 sasaran dan dosis kedua 71.321 sasaran atau sekityar 60,10 persen.

“Kami kegiatan vaksinasi terus dilaksanakan dengan menjemput bola ke desa-desa hingga selesai mencapai target 100 persen,” katanya.

Boyolali, Gempita.co-Kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, selama tiga pekan terakhir ini terus menurun dan hingga Senin ini, tinggal satu orang.

Kasus aktif COVID-19 di Boyolali tinggal satu orang dan itu pun menjalani isolasi mandiri, sedangkan pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit juga kosong, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dokter Puji Astuti, di Boyolali, Senin.

Puji mengatakan menurunnya kasus aktif COVID-19 di Boyolali tercatat pekan 48 ada lima orang kemudian pekan 49 turun menjadi tiga orang dan pekan 50 saat ini, tinggal satu orang.

Warga yang sembuh dari COVID-19 terus bertambah kini menjadi 23.181 orang atau sekitar 94,3 persen dari akumulasi terkonfirmasi positif di Boyolali 24.592 orang. Sedangkan, angka kematian juga nihil sehingga tetap 1.410 orang atau sekitar 5,7 persen.

Boyolali kini masuk zona resiko rendah dengan skor indeks kesehatan masyarakat (IKM) COVID-19 yakni 2,45 dan masuk kriteria PPKM tingkat satu.

Kendati demikian, pihaknya terus mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan 5 M (Memakai maskes, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan). Apalagi pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2022 yang diperkirakan ada peningkatan aktivitas masyarakat.

Namun, pihaknya terus melaksanakan kegiatan gerebek vaksinasi kepada masyarakat ke desa-desa untuk membentuk kekebalan kelompok menjecegah penularan COVID-19.

Cakupan kegiatan vaksinasi di Boyolali hingga Senin ini, untuk dosis pertama sebanyak 738.772 sasaran atau sekitar 88,39 persen dari target 835.772 sasaran dan dosis kedua mencapai 656.485 sasaran atau skeitar 79,53 persen.

Bahkan, cakupan vaksinasi untul lansia di Boyolali mencapai dosis pertama 83.208 sasaran atau 75,17 persen dari target sebanyak 118.670 sasaran dan dosis kedua 71.321 sasaran atau sekityar 60,10 persen.

“Kami kegiatan vaksinasi terus dilaksanakan dengan menjemput bola ke desa-desa hingga selesai mencapai target 100 persen,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top