Terkonfirmasi Pasien Corona yang Meninggal Dirut Rumah Sakit

Ilustrasi/net

Jakarta, Gempita.co-Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi kabar meninggalnya pasien corona Direktur Utama RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. Almarhum juga mengidap penyakit infeksi paru, dan sempat dirawat di rumah sakit swasta di Jakarta Timur.

Kini, istri dan tiga anak almarhum berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirawat di RS Persahabatan, Jakarta Timur.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DKI Jakarta sekaligus Koordinator Call Center Tim Tanggap Covid-19 DKI, Ani Ruspitawati mengatakan, keluarga almarhum, istri dan 3 anaknya dirujuk ke RSUP Persahabatan, Jakarta Timur sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Ani menjelaskan, keluarga telah ditangani secara serius. Sementara itu, tracking kegiatan dari pihak keluarga akan terus dilakukan demi pencegahan penularan.

“Kebetulan istri mendiang juga bekerja di Puskesmas. Pasti kita akan tangani karena mereka juga bagian garda depan kesehatan. Setelah PE [penyelidikan epidemiologi] nanti kalau perlu Puskesmas itu ditutup, akan kami tutup,” tambahnya.

Sebelum hasil tes keluar, banyak orang yang melayat ke rumah duka. Sehingga tidak ada yang tahu bagaimana kontak terjadi selama masa berkabung di rumah duka.

Ketika hasilnya diketahui bahwa almarhum positif virus corona, pihak keluarga langsung mengimbau seluruh tetangga dan kolega yang pernah melayat untuk segera melakukan karantina mandiri atau melakukan tes di rumah sakit jika ada gejala.

Sebelumnya, akun sosial media resmi RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta menyatakan bahwa dokter yang juga pernah memimpin Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta ini meninggal pada Kamis (12/3/2020), sekitar 13.40 WIB.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali