Internasional

Warga Wuhan Rayakan Tahun Baru 2021 Tetap Pakai Masker

Orang-orang memegang balon saat berkumpul untuk menyambut tahun baru, di tengah ancaman wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Wuhan, Cina, 31 Desember 2020. [REUTERS / Tingshu Wang]

Wuhan, Gempita.co — Ribuan warga Wuhan, China tadi malam merayakan pergantian tahun baru di kota tempat wabah Covid-19 pertama kali tersebut terdeteksi.

Pelepasan balon ke udara, aneka pertunjukan cahaya  serta sejumlah kegiatan lainnya setelah kota itu kembali ke kehidupan normal. Kendati demikian, sebagian besar warga kota tetap mengenakan masker saat menyambut tahun 2021.

Polisi terlihat berjaga-jaga untuk mencegah kemacetan di sekitar menara jam besar Custom House. Mereka yang berkumpul di pusat kota itu terlihat sebagian besar dari kalangan anak muda.

“2020 telah menjadi tahun yang sangat sulit bagi kami karena kami telah mengalami epidemi, terutama di Wuhan, yang merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi kami,” kata penduduk setempat bernama Xu Du seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (1/1).

Wuhan dikunci ketat selama lebih dari dua bulan sejak akhir Januari, tetapi kembali ke kehidupan normal sejak musim panas. Sekolah dibuka kembali sepenuhnya pada bulan September.

“China telah mengendalikan epidemi dengan sangat baik sekarang,” kata Li Yusu yang tengah bersuka ria. Dia mengatakan masih ada beberapa negara lain yang terjangkit virus tersebut. Saya berharap negara lain dapat melewati kesulitan ini secepat mungkin, katanya.

China telah menghadapi kritik luas atas penanganan awal virus yang muncul pertama kali di Wuhan, di provinsi tengah Hubei, pada Desember 2019.

Negara itu dituduh menutupi wabah dan membiarkan virus menyebar secara internasional. Beijing juga baru-baru ini berusaha untuk membelokkan opini  apakah Covid-19 berasal dari Wuhan.

Pada hari Senin, wartawan  Zhang Zhan dipenjara selama empat tahun karena melaporkan kondisi di dalam Wuhan selama puncak wabah. Kota berpenduduk 11 juta orang itu terpaksa diisolasi dari Januari hingga April dan sekitar 4.000 orang meninggal dunia akibat wabah tersebut, menurut angka yang dikeluarkan pemerintah China.

Sumber : The Guardian

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top