Kesehatan

Waspada Demam Berdarah! Gejalanya Bervariasi

ilustrasi/istimewa

Gempita.co – Demam berdarah atau disebut juga demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue. Virus ini disebarkan dan masuk ke dalam tubuh  manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes, antara lain Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Penyakit DBD umum ditemukan di lebih dari 100 negara di dunia dan tercatat 40% dari populasi dunia rentan terkena DBD, khususnya di area yang risikonya tinggi. Pada area demikian, 1 dari 4 orang berpotensi terjangkit penyakit DBD dan menunjukkan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga serius. Penyakit DBD juga bisa bersifat mematikan dan membutuhkan pertolongan medis berupa perawatan rumah sakit.

Seringnya penyakit demam berdarah sulit dipastikan karena menunjukkan tanda-tanda yang tidak sangat spesifik, misalnya demam, ngilu badan, mual, dan bintik-bintik pada tubuh. Gejala ini bisa berkisar antara 2-7 hari dan pasien bisa sembuh setelah 1 minggu.

Penularan Demam Berdarah

Bisa dipastikan, sejauh ini, DBD ditularkan gigitan nyamuk. Kedua jenis nyamuk sebagai perantara penularan virus dengue terhadap tubuh manusia adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Ketika tergigit salah satu jenis nyamuk yang membawa virus ini, virus dengue akan masuk dari liur nyamuk ke pembuluh darah orang sehat.

Seekor nyamuk bisa menularkan ke lebih dari satu orang pasien DBD, yaitu disebut juga multiple bite. Kondisi ini terjadi ketika nyamuk yang membawa virus dengue berpindah sehingga menyebabkan infeksi meluas.

Selanjutnya perlu dipahami juga apakah DBD menular atau tidak dari aspek lain, yaitu antarmanusia, jawabannya adalah tidak. Penyakit DBD tidak bisa ditularkan antara manusia karena membutuhkan nyamuk sebagai perantara atau vektor transmisi. Namun, jika seorang yang tertular virus dengue dan digigit nyamuk yang sehat, mata rantai ini akan berlanjut.

Jadi apakah DBD menular, jawaban spesifiknya adalah:

DBD menular dari perantara gigitan nyamuk yang mengandung virus dengue ke orang sehat.

DBD menular dari pasien DBD melalui nyamuk biasa (nyamuk yang tidak mengandung virus dengue).

DBD menular dari wanita hamil ke janin selama kehamilan atau berdekatan dengan masa melahirkan.

DBD juga pernah tercatat menular melalui pemberian ASI, CDC menerima sebuah laporan atas kasus penularan yang tergolong langka itu. Namun, mengingat tingginya manfaat pemberian ASI, ibu disarankan untuk terus menyusui.

Penyakit DBD juga sangat jarang ditularkan melalui transfusi darah, transplantasi organ, hingga injeksi jarum.

Sumber: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top