Fantastis! Kelompok Tari Tunarungu Bikin Penonton Terpukau

Shanghai, Gempita.co – Sekelompok penari di Shanghai, China, membuktikan, indra pendengaran bukan kebutuhan utama mereka.

Mengikuti gerakan yang diberikan oleh pemimpin mereka Yu Qinxin yang mengenakan sarung tangan berpendar di luar panggung, 20 penari menampilkan pertunjukan tarian yang fantastis di Shanghai International Dance Center.

Begitu apiknya gerakan mereka, orang awam mungkin tak mengira bahwa semua penari itu sebetulnya mengalami gangguan pendengaran atau tuli.

Usai pertunjukan berdurasi lima menit itu, para penonton langsung bertepuk tangan dengan meriah. Banyak penonton yang tersentuh dengan penampilan mereka yang luar biasa.

“Orang-orang normal bisa menari ketika mendengar lagu. Tapi para penari itu hanya bisa menari dengan melihat gerak tubuh. Ini sangat sulit. Saya sangat tersentuh. Mereka luar biasa,” kata seorang penonton, yang tidak menyebutkan namanya, kepada Associated Press.

Pemimpin grup itu, Yu, adalah guru tari di Sekolah Teknik Shanghai untuk Remaja Bisu Tuli. Semua anggota grup tarinya juga lulus dari sekolah ini.

Yu mengatakan, mengajar mereka menari pada awalnya tidak mudah, karena dia tidak tahu bagaimana menggunakan bahasa isyarat saat itu.

“Untuk sebuah lagu berdurasi lima menit, setiap ketukan harus dipisah dengan jelas. Karena begitu rincinya, saya bahkan tidak bisa membayangkan bahwa saya harus mengajarkan tarian kepada para pemain dengan cara ini,” kata Yu.

Bagi murid-muridnya, yang tidak hanya belum pernah menari sebelumnya, tetapi juga tidak dapat mendengarkan musik, menari bahkan merupakan kegiatan yang nyaris mustahil.

“Karena saya tidak bisa mendengar musik dan ketukannya, menari sangat sulit bagi saya dulunya. Yang saya lakukan hanyalah mengikuti instruksi Yu. Saya memperhatikan gerakannya untuk belajar menari. Lambat laun, saya menjadi terbiasa. Saya tidak pernah berpikir untuk menyerah, ” kata Zhu Zhijie, salah satu anggota grup tari itu.

Kerja keras dan ketekunan mereka berangsur-angsur membuahkan hasil karena para penari muda ini jatuh cinta pada dunia tari dan mereka merasakan perubahan yang ditimbulkan oleh tarian pada diri mereka.

“Ini memberi saya semacam kekuatan, yang sulit untuk dijelaskan. Tapi saya pikir ini memberikan harapan ,” kata Ling Yan, seorang anggota lain kelompok tari itu.

Liu Jiahui, manajer proyek Shanghai International Dance Center, mengatakan, alasannya mengundang kru tari tersebut untuk tampil di tempat pertunjukan bergengsi ini adalah karena kerja keras dan tingkat profesionalisme mereka yang mengesankan.

“Kami pernah mengunjungi tempat pertunjukan mereka, melihat penampilan dan latihan mereka, serta menonton video-video lama yang mereka kirimkan kepada kami. Tingkat profesional mereka sangat mengesankan kami,” kata Liu.

Bagi para penari yang luar biasa ini, tampil di Shanghai International Dance Center adalah awal untuk mewujudkan impian mereka.

“Saya berharap lebih banyak orang akan mengenal kami dan mengetahui grup tari kami,” kata Zhu.

“Saya berharap akan ada lebih banyak kesempatan pada masa depan bagi grup tari kami untuk tampil. Kami hanya sekelompok kecil di antara banyak orang dengan gangguan pendengaran, dan kami tidak memenuhi syarat untuk mewakili setiap orang yang memiliki gangguan pendengaran. Tapi kami berharap bahwa dengan melakukan apa yang kami bisa, kami bisa memberi tahu masyarakat umum bahwa ada sekelompok orang (penyandang disabilitas) yang bisa melakukan hal yang sama dengan mereka yang tidak memiliki gangguan pendengaran,” kata Yu.

Sumber: VoA

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali