Jenderal AS Ini Akui Kekuatan Drone Iran

Washington, Gempita.co – Jenderal Kenneth McKenzie Komandan Pusat Komando Militer Amerika Serikat di Timur Tengah CENTCOM, Jenderal mengakui kekuatan pesawat tanpa awak Iran telah menyebabkan AS kehilangan dominasi dan keunggulan udaranya di kawasan Asia Barat.

Kenneth McKenzie dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Angkatan Bersenjata DPR Amerika Serikat menjelaskan, Iran dengan menggunakan berbagai jenis drone kecil dan menengah, telah merusak keunggulan udara AS di kawasan Asia Barat.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Ia mengakui kekuatan drone Iran telah menyebabkan AS untuk pertama kalinya sejak Perang Korea beroperasi tanpa superioritas udara penuh.

Menurut McKenzie, jauh lebih sulit untuk berhadapan dengan drone-drone kecil yang dijual bebas, dan dimodifikasi.

Saat ditanya soal superioritas udara yang dimaksudnya, Jenderal McKenzie menuturkan, “Penggunaan luas Iran atas drone-drone kecil dan menengah untuk operasi identifikasi dan agresi berarti bahwa untuk pertama kalinya sejak Perang Korea awal dekade 50-an, AS melaksanakan operasi udara tanpa superioritas udara penuh.”

Komandan CENTCOM menegaskan, “Selama kita tidak mampu memproduksi jaringan untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sistem drone Iran, maka kita tidak akan pernah memiliki superioritas udara penuh.”

Pengakuan jenderal AS atas kekuatan drone Iran pada kenyataannya kembali membuktikan bahwa di tengah semua propaganda media Barat yang menyebutkan bahwa Iran melemah karena penerapan kebijakan tekanan maksimum di masa Presiden Donald Trump, namun Tehran ternyata berhasil membangun pasukan drone besar dengan bersandar pada kapasitas serta kemampuan serta ilmuwan dalam negeri, dan merusak superioritas udara AS di kawasan.

Realitasnya drone-drone Iran selain berhasil melancarkan berbagai operasi identifikasi terhadap peralatan militer dan pasukan AS di kawasan, pada saat diperlukan juga melakukan serangan dan agresi, sehingga membuat AS tercengang.

Dalam Pedoman Keamanan Nasional Strategis Interim AS atau INSSG yang dirilis Presiden Joe Biden pada 3 Maret 2021 ditekankan bahwa Iran sebagai pemain regional berusaha meraih kemampuan dan teknologi yang dapat mengubah aturan permainan.

Apa yang dimaksud Washington adalah prestasi-prestasi menonjol Iran di bidang teknologi drone, rudal dan nuklir yang mendapat reaksi negatif AS karena urgensitasnya yang terus meningkat dalam kekuatan militer dan industri negara dunia.

Iran dalam beberapa tahun terakhir melakukan sejumlah banyak langkah untuk mengembangkan berbagai jenis drone, dan penggunaan efektif drone-drone tersebut di arena operasi.

Peneliti di The Washington Institute, Michael Knights mengatakan, pengguna drone-drone tercanggih adalah Iran dan kelompok-kelompok dukungannya termasuk Ansarullah Yaman yang menjadi ancaman serius bagi Israel.

Kemajuan yang dicapai Iran di bidang pertahanan dan persenjataan terutama di bidang drone diakui oleh kawan dan lawan. Iran sekarang termasuk dari segelintir negara dunia yang mengalami kemajuan signifikan di bidang desain, pengembangan dan produksi berbagai jenis drone.

Masalah ini dengan memperhatikan kegunaan drone yang terus meningkat di berbagai bidang seperti perang darat, udara dan laut, juga perannya di banyak bidang non-militer, menjadi masalah yang sangat penting.

Sekarang Iran mampu mendesain dan memproduksi serta mengoperasikan secara luas mulai dari drone-drone kecil hingga yang sangat besar serta mengelola berbagai jenis tenaga penggerak baling-baling dan jet.

Drone-drone ini mampu melakukan banyak tugas termasuk identifikasi, tempur, mata-mata, serangan bunuh diri, patroli, dan tugas yang lain.

Statemen Komandan CENTCOM jelas menunjukkan kekhawatiran serius Washington atas kekuatan drone Iran, dan dampak negatifnya terhadap superioritas udara AS di kawasan.

Sumber: parstoday

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali