50 Kontainer Biji Kopi Indonesia Diekspor ke Mesir

Gempita.co – Sebanyak 50 kontainer biji kopi Indonesia diekspor ke Mesir berdasarkan pembelian yang dilakukan sejumlah perusahaan yang tergabung Egyptian Coffee Companies di antaranya Haggag Co, Knoz El Bon, dan El Nada Co.

Ekspor kopi ke Mesir pada Selasa (3/1) itu merupakan tindak lanjut penandatanganan transaksi pembelian kopi pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2022, menurut keterangan KBRI Kairo pada Rabu.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Duta Besar (Dubes) RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyampaikan harapan agar peningkatan importasi produk kopi Indonesia oleh para pembeli di Mesir bukan hanya mengangkat kopi robusta, tetapi juga mengangkat produk rempah-rempah Indonesia sebagai bahan pendukung penting industri kopi di Mesir.

Dubes Lutfi juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan loyalitas yang telah diupayakan Haggag Co dan grupnya dalam melakukan kegiatan importasi produk kopi robusta Indonesia selama 20 tahun terakhir.

CEO Haggag Co Hasan Sayed Haggag berterima kasih atas dukungan KBRI Kairo dalam aktivitas importasi produk kopi unggulan Indonesia, termasuk pendampingan yang diberikan atas masalah-masalah yang dihadapi dalam proses importasi.

Atase Perdagangan KBRI Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi menjelaskan bahwa peluang ekspor kopi Indonesia ke Mesir terbuka lebar karena banyaknya kecenderungan pembeli Mesir membuat olahan dan racikan cita rasa kopi baik yang tradisional, seperti Turkish coffee, maupun kopi kekinian seperti kopi hazelnut, kopi karamel, French coffee, dan kopi coklat, serta campuran rempah-rempah dengan kopi robusta.

Berdasarkan data statistik pemerintah Mesir (CAPMAS), ekspor kopi Indonesia pada periode Januari-Agustus 2022 ke Mesir mencapai US$67,54 juta (sekitar Rp1,05 triliun) atau meningkat sebesar 32,78, persen dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang mencapai sebesar US$50,87 juta.

Kopi Indonesia mendominasi 46,88 persen pasar Mesir. Untuk itu, Irman berharap para eksportir kopi yang membidik pasar Mesir agar tetap memperhatikan aspek jaminan mutu sehingga produk ekspor yang dikirim ke Mesir benar-benar sesuai dengan permintaan pembeli.

Sumber: AT Network

 

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali