Anjing Ras Pomeranian, Mati Setelah Dinyatakan Sembuh dari Corona

Anjing ras pomerian berusia 17 bulan mati setelah 2 hari dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. (Foto: Wikipedia)

Jakarta, Gempita.co – Usai 2 hari dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona, anjing ras pomeranian ini akhirnya mati. Hewan berusia 17 bulan ini tertular corona pada Februari 2020 dan telah menjalani karantina.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Rabu (18/3/2020), Juru Bicara Dinas Pertanian, Perikanan dan Konservasi (AFCD) Hong Kong diberi kabar oleh pemiliknya bahwa anjing peliharaannya mati pada 16 Maret.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

“Pemilik tidak mengizinkan otopsi untuk memeriksa penyebab kematian anjingnya,” demikian katanya.

Anjing pomerian tersebut positif namun setelah dilakukan serangkaian tes, diketahui kondisi virus coronanya lemah. Namun, dalam dua tes yang dilakukan pada 12 dan 13 Maret, hewan peliharaan itu dinyatakan negatif dan diizinkan pulang.

Pemilik anjing adalah seorang pengusaha wanita berusia 60 tahun. Dia terinfeksi pada akhir Februari dan dirawat di rumah sakit. Dia pulih dan Kembali pulang ke rumah pada 8 Maret.

Sebelumnya AFCD melaporkan bahwa susunan genetik dari virus corona yang ditemukan pada si pemilik dan anjing peliharaannya sangat mirip.

“Hasil urutan menunjukkan bahwa virus corona itu kemungkinan menyebar dari orang yang terinfeksi kemudian menginfeksi anjing,” kata AFCD dalam sebuah pernyataan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa anjing itu adalah satu-satunya hewan yang dilaporkan tertular Covid-19. Menurut mereka, sampai saat ini tidak ada bukti yang mendukung kalau seekor anjing, kucing atau hewan lainnya dapat menularkan virus corona kepada manusia.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali