Arab Saudi Umumkan Menang Lawan Pandemi Corona

Jakarta, Gempita.co – Pandemi Covid-19 di Arab Saudi berhasil dikendalikan. Hal ini dibuktikan dengan melambatnya angka kasus positif harian di negara terbesar di Semenanjung Arab itu.

Dikutip dari Arab News, peta kasus Covid-19 mingguan yang dikonfirmasi dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) menunjukkan bahwa hampir semua wilayah kerajaan berada di “zona aman”. Di mana rata-rata kasus berjumlah 50, di beberapa minggu kemarin.

Bacaan Lainnya

“Kami berada di (kelompok) negara-negara dengan kontrol dan penurunan kasus yang nyata,” kata juru bicara kementerian Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly selama konferensi pers, dikutip Senin (14/12/2020).

“Kerajaan sekarang memiliki kendali lebih besar atas pandemi. Pencapaian ini karena kepatuhan masyarakat terhadap tindakan yang dilakukan. Tidak mungkin tanpa koordinasi antara masyarakat dan otoritas terkait dalam menghadapi pandemi ini untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang.”

Saat ini total kasus corona di Saudi berjumlah 359.888. Pada Minggu tercatat ada 139 kasus baru, atau lebih rendah dibanding biasanya sekitar 150 kasus.

Kemarin ada 12 warga yang meninggal dan membuat total korban tewas menjadi 6.048. Meski begitu 350.549 warga telah sembuh dan menjadikan tingkat kesembuhan di negeri itu 90% lebih.

Indikator positif lainnya adalah jumlah kasus kritis di Negeri Raja Salman itu, yang telah turun di bawah 500 kasus. Dari 3.291 kasus aktif, ada 499 di antaranya dalam perawatan kritis.

Sementara itu, Arab Saudi juga akan melakukan vaksinasi gratis ke warganya. Gelombang pertama pengiriman vaksin yang dipesan ke Pfizer-BioNTech akan tiba beberapa hari mendatang.

Wakil Direktur Balai Makanan dan Obat-Obatan Saudi (SFDA), Dr. Adel Al-Harf, mengatakan bahwa mereka yang berusia 16 tahun ke atas adalah kelompok sasaran yang disarankan untuk meminum vaksin. Ini akan diberikan dalam dua dosis dengan selang waktu 20 hari di antara setiap dosis.

Vaksin Pfizer hanya akan tersedia di rumah sakit pemerintah pada fase awal. Pemerintah akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyediakannya ke rumah sakit swasta pada waktunya.

Sumber: ATN/CNBC

Pos terkait