AS Panas Lagi, Trump Tuding Biden Menerima Jutaan Dolar dari China

Biden dan Trump Kembali Bertarung di Pilpres
Joe Biden dan Donald Trump/AFP

New York, Gempita.co – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke pentas politik Sabtu (5/6/2021) malam waktu setempat.

Trump muncul dengan berpidato di Konvensi Partai Republik North Carolina, di mana dia menyebut terjadinya kekacauan di segala bidang dan menuduh keluarga Presiden Joe Biden telah menerima jutaan dolar dari komunis China.

Bacaan Lainnya

Trump benar-benar menggunakan momentum itu untuk memuntahkan semua serangan kepada penggantinya dan kepada mereka yang ia sebut sebagai para “Demokrat liberal”.

“Saat kita berkumpul malam ini, negara sedang dihancurkan tepat di depan mata kita. Kriminalitas meledak, kantor polisi dipecah belah dan anggarannya dikorupsi,” kata Trump dalam pertemuan di kota Greenville, North Carolina, dilansir dari New York Post.

“Narkoba membanjir masuk, harga gas melonjak, industri kita diserbu oleh serangan siber dari luar negeri. Itu menunjukkan tidak adanya rasa hormat pada negara dan para pemimpin kita,” ujarnya.

Isi pidato Trump relatif lebih lunak dibandingkan era kampanye politik dia selama lima tahun, tetapi dia masih galak menargetkan pemerintahan yang sekarang, dengan mengungkap adanya inflasi tinggi, pembatalan proyek jaringan pipa Keystone, dan kritik terhadap hubungan luar negeri AS.

“Amerika sedang dijahati dan dipermalukan di pentas dunia, kebebasan kita diambil alih oleh racun cancel culture. Perbatasan kita terbuka lebar, imigrasi ilegal meroket hingga ke level yang tidak pernah kita lihat sebelumnya,” kata Trump.

“Yang menyedihkan, pemerintahan kita lembek dan terang-terangan korupnya kalau Anda lihat uang yang diberikan oleh China pada mereka sebagai keluarga. Bukannya menyalahkan China, pemerintahan Biden malah menutup investigasi pemerintah atas asal-usul virus corona tidak lama setelah menjabat. Ada apa?” ketus Trump.

“Kita tidak boleh lupa bahwa Joe Biden dan keluarganya menerima jutaan dolar dari Partai Komunis China, mereka telah membelinya dan dia bohong begitu saja kepada para pemilih di Amerika. Jika Anda lihat, ini kasus yang besar ketika itu dan mendadak dihentikan. Mereka tidak mau membahasnya. Perusahaan-perusahaan teknologi besar dan media palsu tidak mau membahasnya,” tuduhnya.

Pidato di North Carolina ini akan disusul dengan serangkaian kampanye terbuka di sejumlah negara bagian bulan depan, antara lain di Texas, Ohio, dan Alabama.

Trump sudah mengindikasikan bahwa dia akan maju lagi dalam pemilihan presiden 2024.

Sumber: asiatoday

Pos terkait