Badai Dennis Picu Banjir dan Longsor di Inggris

Jakarta, Gempita.co – Sebagian besar wilayah Inggris dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat dan angin kencang yang dipicu Badai Dennis, membuat ribuan rumah tergenang. Badai, yang oleh penduduk lokal disebut sebagai “bomb cyclone”, menimbulkan hampir 600 titik banjir di Inggris pada Minggu (16/2).

Ratusan penerbangan dibatalkan. Banjir turut merendam sejumlah jalan raya dan jalur kereta api.

Dyfed-Powys Police di Wales mengatakan bahwa seorang pria berusia 60 tahun tewas tenggelam di Sungai Tawe yang meluap akibat curah hujan yang tinggi. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 10.00 pada Minggu.

Sementara itu, angin kencang hingga 70 kilometer per jam diyakini menjadi penyebab atas kematian dua pria yang ditemukan di laut dalam pencarian terpisah di pesisir pantai tenggara Inggris pada Sabtu (15/2). Seorang pria ditemukan di Margate dan satu pria lainnya di Herne Bay.

Di bagian selatan Wales, polisi setempat menyatakan bahwa hujan lebat tanpa jeda selama 48 jam telah menyebabkan tanah longsor dan membuat banyak warga terjebak di rumah. Anggota parlemen setempat, Alex Davies-Jones, mengatakan bahwa dia sangat sedih melihat badai telah merusak lebih dari 1.000 rumah di daerah tersebut.

Pusat Wales, Kota Pontypridd, tergenang banjir. Akses transportasi sejumlah kota dan desa sekitarnya juga terputus selama beberapa hari ke depan. Sekitar 600 orang dievakuasi dan dialokasikan ke tempat penampungan darurat pada Sabtu (15/2) malam.

Menteri Lingkungan Inggris George Eustice menuturkan bahwa kerusakan akibat Badai Dennis diperkirakan akan lebih buruk dibanding Badai Ciara yang melanda pekan lalu.

Badai Ciara menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan di seluruh Eropa, dengan dua bandara tersibuk di Frankfurt dan Amsterdam, terpaksa membatalkan lebih dari 100 penerbangan.

Eustice mengatakan, pemerintah belum memiliki rencana untuk mengumumkan keadaan darurat nasional tetapi mereka akan terus memantau ketinggian air sungai dalam beberapa hari mendatang ketika Badai Dennis menuju utara ke Skotlandia dan Irlandia Utara.

“Kondisi ini belum digolongkan sebagai keadaan darurat nasional, tetapi sudah pasti menjadi darurat lokal bagi daerah yang terdampak,” kata dia.

Saat berkunjung ke York untuk membahas penanganan banjir, Eustice menyebut bahwa pemerintah siap menanggulangi dampak Badai Dennis.

“Pemerintah memang tidak dapat mengontrol peristiwa cuaca ekstrem tersebut, tetapi langkah-langkah yang telah kami ambil memperkecil dampak buruk dari Badai Dennis,” ungkap dia. “Kami tidak dapat melindungi setiap properti … tapi kami telah melakukan semua yang kami mampu untuk menanganinya.”

Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif, Philip Davies, meminta pemerintah berbuat lebih banyak untuk melindungi konstituennya di Shipley, West Yorkshire, yang terdampak banjir.

Rumah-rumah di Herefordshire dan Worcestershire termasuk yang terendam banjir. Seorang warga, Sarah Bridge (55), menggambarkan Badai Dennis sebagai tornado dan mengatakan banjir di rumahnya telah setinggi lutut.

“Ini benar-benar memilukan. Dapur saya terendam, barang-barang mengambang,” tutur dia.

Di Desa Mytholmroyd, West Yorkshire, ketinggian air Sungai Calder naik menjadi 2,8 meter akibat Badai Dennis, hanya kurang dari tiga meter sebelum dinyatakan berbahaya dan berpotensi meluap.

Tentara dari Batalion Keempat, Resimen Kerajaan Skotlandia, ditugaskan ke Calderdale dan Ilkley di West Yorkshire pada Sabtu untuk melindungi penduduk dari banjir. Dewan Calderdale meminta pemerintah pusat untuk memperlakukan Badai Dennis sebagai ancaman keamanan nasional.

Badai Dennis mendarat dengan kecepatan angin lebih dari 128 kilometer per jam di Inggris, yang tertinggi tercatat pada 146 kilometer per jam saat badai melewati Aberdaron di Wales pada Sabtu. Curah hujan 156,2 milimeter mengguyur Cray Reservoir di Wales dari Jumat hingga Minggu pagi.

Di Skotlandia, dua orang diselamatkan setelah mobil mereka tersapu arus banjir yang deras. Jembatan yang melintasi Sungai Forth dan Sungai Tay telah ditutup untuk sementara waktu karena potensi luapan air dan angin kencang.

Pos terkait