Bos Arema Sarankan Polri Izinkan Liga 1 2020, Kalau Ada yang Bandel Baru Disetop

FOTOI:Pemain Arema Selebrasi Usai Mencetak Gol. Istimewa

Jakarta, Gempita.co – Polri didorong untuk bisa memberikan izin Liga 1 2020 nanti kalau ada yang membandel baru disetop. Pendapat itu disampaikan oleh General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, yang jua menyebut Liga 1 tak mengganggu aktivitas politik.

Seperti diketahui, sebenarnya PSSI memutuskan untuk melanjutkan Liga 1 2020 per November mendatang usai bertemu dengan para klub. Tapi masalahnya, keputusan itu tak akan berarti karena kepolisian pun sampai saat ini belum menurunkan izin keramaian buat kompetisi.

Bacaan Lainnya

Ruddy Widodo mendorong agar kepolisian bisa segera menurunkan izin. Tentu ada catatannya. Menurutnya, kalau nanti ada yang membandel seperti melanggar protokol kesehatan hingga suporter datang ke stadion, Polri baru bisa menyetop Liga 1.

“Kenapa tidak dicoba untuk diizinkan dulu, toh semua klub sudah sepakat kalau pertandingannya tanpa penonton. Protokol kesehatan juga diberlakukan secara ketat. Nanti kalau tiba-tiba ada pertandingan yang dihadiri penonton, baru silakan langsung dihentikan sebagai peringatan,” kata Ruddy dikutip dari Wearemania.

Salah satu alasan Polri tak izinkan Liga 1 selain karena pandemi COVID-19, juga karena akan ada Pilkada. Ruddy sendiri menyebut kalau penyelenggaraan Liga 1 tak akan mengganggu pesta politik di Indonesia itu.

“Musim ini sebenarnya sudah lebih komunikatif ketimbang musim-musim sebelumnya. Operator kompetisi sudah pernah mengundang Kapolres/Kapolresta untuk bertemu. Mereka dimintai jadwal agenda politik di daerah masing-masing. Ini dilakukan agar PT LIB bisa mendapatkan gambaran saat menyusun jadwal Liga 1 2020,” tutupnya.

Pos terkait