Akses Internet di Lima Provinsi Lemot Berdampak pada Pelajar

Gempita.co – Papua, Maluku Utara, Maluku, Aceh dan NTT disebut
Kepala Pusat Riset Pendidikan – BRIN, Trina Fizzanty masih rendah akses internetnya.

Menurutnya, kondisi ini berpengaruh pada penguasaan guru terhadap teknologi dan informasi pembelajaran sehingga berdampak pada pelajar di daerah tersebut. “Kondisi ini tentu ada ketimpangan akses maupun kemampuan di dalam penggunaan teknologi yang terkait dengan pembelajaran bagi guru,” kata Trina kepada Pro3 RRI, Minggu (4/12/2022).

Untuk itu, ia menekankan pentingnya membangun infrastruktur akses internet di wilayah tersebut. Namun, ujarnya, setelah infrastruktur dibangun maka harus ada kemauan dari guru untuk menguasai teknologi dan informasi.

“Kalaupun teknologi itu tersedia tetapi kemauan dan keinginan untuk mempelajarinya terbatas, ini akan muncul gap juga,” ujarnya. Menurutnya, teknologi dan informasi yang dikuasai bukan hanya sosial media dan aplikasi saja tetapi perlu menguasai teknologi seperti Artificial Intelligence.

“Saat ini baru pada level menggunakan sosial media dan menggunakan aplikasi dan belum kepada mengcreate sebuah inovasi baru,” ujarnya. Ke depannya, pendidikan dibidang Artificial Intelligence dan robotik itu perlu menjadi bagian dari kegiatan di sekolah dan harus mendapat dukungan pemerintah.

“Saat ini memang belum ada kurikulumnya. Tetapi kita mulai memberikan ruang misalnya melalui kegiatan-kegiatan di sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler sambil menumbuhkan nilai kebersamaan, ketelitian, keseriusan, dan kesabaran,” ujarnya.

Di sisi lain, Trina  mengatakan, guru berperan dalam meningkatkan kesopanan dalam menggunakan media sosial (medsos). Berdasarkan data, Indeks Keadaban Digital (Digital Civility Index/DCI) Indonesia terendah di Asia Tenggara.

“Ini pentingnya guru memahamai terlebih dahulu bagaimana kita memanfaatkan media sosial tersebut dengan cara yang sifatnya betul-betul  terdidik,” kata Trina.

 

Pos terkait