China Bantah AS Soal Jumlah Kasus Kematian Akibat Corona

Pemerintah China membantah pernyataan komunitas intelijen Amerika Serikat yang menuduh negaranya menyembunyikan data terkait jumlah kasus dan kematian akibat virus corona (Covid-19).(Foto: Net)

Jakarta,Gempita.co – Pemerintah China membantah pernyataan komunitas intelijen Amerika Serikat yang menuduh negaranya menyembunyikan data terkait jumlah kasus dan kematian akibat virus corona (Covid-19).

Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hua Chunying, China menegaskan bahwa data dari pihaknya tersebut terbuka dan transparan. Hua menganggap beberapa pihak di AS hanya ingin mengalihkan kesalahan kepada China.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

“Beberapa pejabat AS hanya ingin mengalihkan kesalahan,” kata Hua dalam jumpa pers di Beijing, Kamis (2/4/2020), sebagaimana dilansir Bloomberg News, Jumat (3/4/2020).

Hua menyebut China tidak ingin berdebat lebih lanjut, dan hanya ingin mengklarifikasi dari berita yang menurutnya tidak benar. Dia juga mengomentari respons AS terhadap virus setelah kebijakan pemerintahan Trump yang melarang kedatangan warga China beberapa waktu lalu.

Laporan dari Bloomberg pada Rabu (2/4/2020) lalu mengatakan bahwa Badan Intelijen AS mengirim laporan rahasia untuk Gedung Putih yang mengindikasikan China dengan sengaja melaporkan jumlah total kasus dan kematian secara tidak akurat.

Pejabat AS tersebut mengatakan laporan menunjukkan bahwa angka kasus dan kematian dari China adalah palsu, dan satu pejabat menyebut laporan itu diterima oleh Gedung Putih pada pekan lalu.

Sementara itu saat ini, China melaporkan sekitar 82.000 kasus dan 3.300 kematian di negaranya. Angka ini lebih kecil dari AS yang berjumlah sebesar 216.000 kasus dan lebih dari 5.000 kematian.

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali