Covid-19 Naik Ada Varian Baru, Menkes: Masih Aman

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Dok.Satgas Covid-19)

Jakarta, Gempita.co – Kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Bahkan, jika dilihat rata-rata selama 7 hari, jumlah kasus melejit mendekati 100%.

Satgas Covid-19 mencatat ada tambahan 574 kasus. Jumlah tersebut turun dari hari sebelumya 627 kasus, yang merupakan penambahan kasus tertinggi dalam 7 pekan terakhir.Rata-rata penambahan kasus selama 7 hari hingga Sabtu (11/6) kemarin.

Bacaan Lainnya

DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus aktif terbanyak, yakni 2.063 kasus, jauh lebih tinggi dari Jawa Barat di urutan kedua sebanyak 797 kasus. Banten berada di tempat ketiga dengan 340 kasus aktif, Bali serta Jawa Timur melengkapi 5 besar dengan 199 dan 174 kasus aktif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kenaikan kasus tersebut diakibatkan varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Varian tersebut yakni Omicron BA.4 dan BA.5.

“Nah, untuk informasi teman-teman itu memang sudah ditemukan di Indonesia kemarin di Bali sudah ada 4 orang yang terkena BA.4 dan BA.5. Kita sekarang sudah monitor karena memang ini bisa menghindari imunitas vaksin, penyebarannya juga cepat sama seperti varian Omicron,” jelas Budi, dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Kendati demikian, kasus Covid-19 di Indonesia menurut Menkes, masih terpantau baik. Penyebabnya adalah angka positivity rate dan transmisi kasus yang dilaporkan rendah.

Mantan Wakil menteri BUMN itu menilai kenaikan kasus saat ini masih tergolong aman.

“Jadi kenaikan itu, pertama, normal setiap hari raya besar pasti ada kenaikan. Kemudian yang kedua, kita juga ada varian baru,” kata Budi.

Sejauh ini, hanya DKI Jakarta yang mencatatkan angka positivity rate pada level 3%. Sementara itu secara nasional masih dilaporkan berada di 1,1%.

“Tapi berhubung imunitasnya masih tinggi, kita lihat kenaikannya kasus masih dalam level yang aman,” katanya.

Ia menyatakan, pemerintah masih terus gencar melakukan vaksinasi. Dalam sepekan, jumlah penduduk yang sudah divaksin dosis 1 bertambah sebanyak 346.016 orang menjadi 200.818.541 orang.(red)

Pos terkait