Efek Virus Corona, Rupiah Diprediksi Melemah

Ilustrasi

Jakarta, Gempita.co-Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal memprediksi nilai tukar rupiah bisa tembus Rp15 ribu per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan. Pelemahan mata uang ini dipicu sentimen eksternal, yakni penyebaran wabah virus corona.

Manurut Fithra, rupiah sangat sensitif dengan isu global. Jika sentimennya negatif, maka dampaknya ke rupiah akan langsung terasa.

“Secara fundamental rupiah masih rapuh. Kalau ada gejolak di eksternal, rupiah rentan kena,” ujar Fitrhra dilansir Gempita.co dari CNNIndonesia.com, Jumat (28/2/2020).

Pelemahan rupiah terjadi karena banyak investor asing yang menarik dananya dari dalam negeri. Arus dana asing (capital outflow) sudah terlihat sejak Januari 2020.

“Tapi pas Januari 2020 rupiah terlihat masih Rp13 ribu per dolar AS, sempat terjadi anomali, padahal asing sudah mulai narik dana. Tapi tinggal tunggu waktu dan terbukti sekarang sudah Rp14 ribu per dolar AS,” ungkapnya.

Fithra melihat pelemahan rupiah sejalan dengan koreksi yang terjadi pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga perdagangan 27 Februari 2020 atau year to date (ytd) terkoreksi sebesar 10,92 persen.

Sementara, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp4,7 triliun sejak awal tahun hingga perdagangan 27 Februari 2020, sedangkan khusus kemarin net sell tercatat Rp1,04 triliun.

“Apa yang terjadi di bursa saham berimbas juga ke rupiah,” kataFithra.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali