Gedung Putih sebut Pertemuan Putin-Xi Tak Selesaikan Perang Ukraina dalam waktu dekat

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby memberikan pernyataan kepada media di Gedung Putih, Washington DC, Rabu, 22 Maret 2023.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby memberikan pernyataan kepada media di Gedung Putih, Washington DC, Rabu, 22 Maret 2023.

Gempita.co-Acara penyambutan dengan karpet merah dan makan malam kenegaraan di Moskow, diselenggarakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjamu pemimpin China, Xi Jinping.

“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China dan Rusia akan terus bekerja sama dengan masyarakat internasional, untuk secara tegas menjaga norma-norma hubungan internasional berdasarkan tujuan dan prinsip Piagam PBB,” kata Xi.

Bacaan Lainnya

Xi menyerukan penyelesaian diplomatik di Ukraina dan Putin mengatakan ia mendukung seruan itu.

“Kami percaya bahwa banyak hal dari rencana perdamaian China itu sesuai dengan pendekatan Rusia dan bisa menjadi dasar untuk penyelesaian damai, ketika negara-negara Barat dan Kyiv siap untuk itu. Namun, kami belum melihat kesiapan seperti itu di pihak mereka,” ujar Putin.

Koordinator Dewan Keamanan Nasional AS untuk komunikasi strategis, John Kirby mengatakan, “Kami belum melihat apa pun yang mereka katakan dan kemukakan, yang memberi harapan perang ini akan berakhir dalam waktu dekat.”

Sebelum pertemuan Putin-Xi, AS akan menentang gencatan senjata yang ditengahi China dengan alasan rencana itu akan menguntungkan Rusia di Ukraina.

Pertemuan Putin-Xi itu tidak menghasilkan usulan tentang gencatan senjata. John Kirby menambahkan, AS hanya akan mendukung pembicaraan yang ditengahi Beijing jika Presiden Volodymyr Zelenskyy percaya, usulan itu mengarah pada perdamaian yang adil. Bagi pemimpin Ukraina, itu berarti tidak ada konsesi di wilayah yang dianeksasi oleh Putin.

George Beebe, Direktur Grand Strategy di Quincy Institute for Responsible Statecraft, mengatakan melalui Skype, “Saya ragu Rusia akan menyetujui syarat itu. Mereka telah menolaknya sebagai sesuatu yang mereka anggap tidak bisa digunakan sebagai titik awal perundingan.”

Sementara itu, Zelenskyy bertemu hari Selasa dengan Fumio Kishida. Perdana Menteri Jepang itu adalah pemimpin terbaru dalam aliansi Barat yang melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv.

“Mengingat kekuatan Jepang, kepemimpinannya di Asia dalam menjaga perdamaian dan tatanan internasional berdasarkan aturan, dan tanggung jawab Jepang sebagai ketua G-7, pembicaraan kami hari ini benar-benar memperoleh hasil,” ujar Zelenskyy.

Setelah pertemuannya dengan Putin, mungkin Xi akan menelpon Zelenskyy, namun itu belum dipastikan.

Sumber: Voa Indonesia.

Pos terkait