Gunakan Hand Sanitizer Bisa Kebakaran, Ini Buktinya

Ilustrasi Hand Sanitizier/net

Jakarta, Gempita.co-Di tengah langkanya dan mahalnya hand sanitizer, masyarakat berinisiatif memproduksi sendiri yang berguna untuk mencegah terjadinya penularan virus corona (Covid-19).

Hal ini juga seiring semakin gencarnya seruan untuk sering mencuci tangan guna memutus rantai penyebaran virus, sehingga banyak yang membuat hand sanitizer sendiri.

Bacaan Lainnya
Gempita Bali Transport

Kreatifitas tersebut layak diapresiasi, namun masyarakat diminta hati-hati. Pasalnya, bila belum paham membuat hand sanitizer malah terbakar.

Dekan Falkutas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP, mengatakan, ketika seseorang tidak paham cara membuat hand sanitizer yang benar akan membahayakan.

“Alkohol 96 persen itu mudah terbakar. Sulut saja dengan rokok, meledak itu,” ujar Ari, Senin, 23 Maret 2020.

Menurut Ari, bahan-bahan yang digunakan sebagaimana rekomendasi dari WHO, antara lain alkohol 96 persen, H202 tiga persen, glycerol, dan aquadest.

“Alkohol 96 persen dan H2O2 merupakan barang-barang yang mudah terbakar,” jelasnya.

Terlepas dari fungsinya sebagai pembunuh kuman, pemakaian hand sanitizer juga menimbulkan efek samping bila tak digunakan secara bijak. Terlalu sering memakai hand sanitizer tidaklah baik bagi kesehatan kulit seperti hasil riset yang dilakukan oleh United States Food and Drug Administration.

Kemenkumham Bali

Pos terkait

Iklan Layanan Masyarakat Kemenkumham Bali