InDrive Bersama Gardu House Garap Seni Mural Kembali ke #SentuhanManusia di Underpass Kendal Menteng

Gempita.co-Aplikasi inDrive bersama Gardu House kolaborasi menggarap seni mural berkonsep kembali ke #SentuhanManusia. Seni mural tersebut dilukis di underpass tepatnya di Jalan Kendal, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

“Sebuah aplikasi transportasi online yakni inDrive berpusat di California, Amerika Serikat, tersedia di 47 negara termasuk Indonesia, inDrive sendiri sudah diunduh lebih dari 150 juta kali. Nah, pada hari ini inDrive membawa gebrakan mendukung kesetaraan sesama manusia,” ujar Creative Team Lead inDrive APAC, Adrian Ho di Jakarta, Selasa (20/12).

Pada kesempatan itu, inDrive menggandeng Gardu House merupakan studio kreatif dan firma manajemen artis berbasis di Jakarta. Dalam kolaborasi ini, inDrive bersama Gardu House menciptakan beragam karya seni mural yang terletak di jantung kota Jakarta, di kawasan Menteng.

Untuk itu, inDrive penyedia jasa transportasi global mendukung seniman lokal Indonesia berekspresi, kreatif untuk memanusiakan teknologi dan membawa kembali kebebasan mereka dalam memilih.

Tujuan dari pembuatan karya seni mural ini, sambungnya, selain untuk mendukung para artis lokal mengekspresikan visi mereka akan kebebasan dan memanusiakan teknologi juga karena inisiasi yang dilakukan inDrive dalam mengembalikan #SentuhanManusia, atau yang bisa dibilang inDrive ingin menghadirkan sebuah Transportasi Online yang adil dan transparan bagi para pengemudi maupun konsumen.

“Di inDrive, kami menggunakan prinsip ‘People Driven’ atau sistem yang digerakan oleh masyarakat. Kami terus berusaha untuk mewujudkan hal ini melalui platform kami yang memberikan keleluasaan kepada para pengguna agar saling berinteraksi dan bernegosiasi secara langsung,” ujar Adrian.

“Kami menawarkan apa yang dibutuhkan para pengguna, yakni #SentuhanManusia dan kebebasan memilih. Melalui kolaborasi yang kami lakukan bersama Gardu House, kami berharap dapat mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa mereka dapat terbebas dari belenggu algoritma dan membuat keputusan mereka sendiri. Kami sangat bangga akan kolaborasi ini karena para seniman yang kami dukung dapat menyampaikan pesan kreatif secara jelas melalui talenta dan karya seni mural hebat ini,” tambah Adrian.

Perlu diketahui, inDrive telah beroperasi di Indonesia sejak 2019 dan hadir di 50 kota. Selain menawarkan beragam kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna dan pengemudi transportasi online, inDrive menggunakan model peer-to-peer adil dan transparan.

Setiap konsumen yang menggunakan jasa inDrive dapat memilih layanan berdasarkan harga, peringkat pengemudi, waktu penjemputan, dan model kendaraan sesuai yang mereka inginkan. Bahkan pengemudi dan penumpang dapat bernegosiasi langsung serta menyepakati harga yang wajar.

Oleh karena itu, inisiatif ini dibuat tuk mendukung kembalinya interaksi #SentuhanManusia serta kesetaraan bagi para pengemudi maupun konsumen.

Sementara itu, Art Director, Gardu House, Bima Chris mengungkapkan, guna memastikan keselamatan pengguna, inDrive menyediakan berbagai fitur keamanan, seperti fitur membagikan perjalanan, pengguna dapat membagikan lokasi GPS, dan informasi perjalanan dari aplikasi secara real-time.

Selain itu, tombol keselamatan yang ada dapat menghubungkan pengguna dengan pihak berwenang secara langsung jika terjadi dalam atau keadaan darurat.

“Gardu House juga mengundang 6 artis visual dengan ragam style secara significant berbeda mewujudkan tema #SentuhanManusia menjadi visual dan cerita yang mengajak warga berinteraksi langsung terhadap karya muralnya,” ucapnya.

Dijelaskannya, enam seni visual itu dari Koma, Ezhafad, Yessiow, Cord5, Wacky, dan Ochigvra adalah bentuk ekspresi terhadap kebebasan memilih tanpa terbelenggu oleh algoritma yang sejalan dengan misi inDrive di Indonesia.

“Sebuah kebanggaan untuk bisa terlibat dan menempatkan karya kita ini di Underpass Kendal merupakan salah satu spot paling sibuk di Jakarta,” pungkas Bima.

Pos terkait