Iran Miliki Program Nuklir, AS dan Israel ‘Kebakaran Jenggot’

Jakarta, Gempita.co – Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengklaim bahwa Israel tidak akan mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.

Hal itu diungkapkan Ashkenazi dalam pertemuan dengan mitranya dari Uni Emirat Arab, Yunani, dan Siprus di kota Paphos, Siprus pada hari Jumat (16/4/2021) seperti dilaporkan televisi Aljazeera.

Bacaan Lainnya

“Israel akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir,” kata Ashkenazi.

Iran berulang kali menekankan bahwa program nuklirnya bertujuan damai. Di lain pihak, Israel tidak pernah mengizinkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memeriksa program nuklirnya dan terus mengembangkan program senjata nuklirnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengklaim bahwa Iran secara sistematis melanggar kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir JCPOA. Dia meminta komunitas internasional untuk memperketat sanksi terhadap Tehran.

Pada Mei 2018, Presiden AS waktu itu, Donald Trump mengumumkan penarikan sepihak AS dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan kemudian mengembalikan sanksi nuklir serta menerapkan sanksi baru terhadap Tehran.

Negara-negara Eropa juga tidak mengambil langkah apapun untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dan memenuhi kewajibannya.

Setelah satu tahun menunggu, Iran pada 8 Mei 2019 memutuskan mengurangi komitmen kesepakatan secara bertahap berdasarkan pasal 26 dan 36 JCPOA.

Pasal 26 dan 36 JCPOA menegaskan Iran memiliki hak untuk menangguhkan kewajibannya secara keseluruhan atau sebagian, jika pihak lain gagal memenuhi kewajibannya.

Sumber: parstoday

Pos terkait